Namun, perjuangan tersebut dijalani demi keluarga yang menjadi sumber motivasinya. Kerinduan yang selama bertahun-tahun dipendam akhirnya pecah ketika Yuni bertemu dengan sang ibu di Taiwan.
“Perjalanan saya sebagai PMI juga diwarnai berbagai tantangan. Dalam beberapa pekerjaan sebelumnya, saya sempat menghadapi beban kerja yang cukup berat. Saya sangat tidak menyangka akhirnya bisa bertemu dengan ibu saya. Terima kasih BRI dan Pak Hery Gunardi,” ucap Yuni sambil berkaca kaca.
Kejutan BRI untuk PMI yang Jauh dari Keluarga
Pertemuan Yuni dan Suyati berlangsung setelah hampir satu dekade keduanya menjalani kehidupan di tempat berbeda. Kehadiran Suyati di Taiwan menjadi kejutan yang tidak disangka oleh Yuni.
Bagi Suyati, perjalanan dari Pati ke Taiwan memiliki arti khusus. Ia akhirnya dapat melihat dan memeluk anaknya secara langsung setelah bertahun-tahun hanya berkomunikasi dari jarak jauh.
“Saya tidak menyangka bisa mendapatkan kesempatan ini. Terima kasih kepada Bapak Direktur Utama BRI Hery Gunardi dan seluruh tim BRI yang sudah membantu saya hingga bisa bertemu dengan anak saya di Taiwan. Semoga teman-teman yang sedang berjuang jauh dari keluarga juga selalu diberikan semangat,” ungkap Suyati.
Kejutan yang diberikan BRI kepada Yuni tidak berhenti pada pertemuan dengan sang ibu. BRI juga memfasilitasi tiket perjalanan Taiwan ke Indonesia sehingga Yuni memperoleh kesempatan untuk kembali ke Tanah Air.
Kesempatan tersebut menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi Yuni. Setelah hampir satu dekade bekerja jauh dari rumah, ia akhirnya dapat kembali berkumpul bersama keluarga yang selama ini menjadi alasan utama di balik perjuangannya sebagai PMI.
Bagi banyak PMI, bekerja di luar negeri bukan sekadar upaya mencari penghasilan. Keputusan untuk meninggalkan keluarga juga sering kali menjadi bagian dari perjuangan untuk menciptakan kondisi kehidupan yang lebih baik bagi orang-orang terdekat.
Pengalaman Yuni menggambarkan sisi lain kehidupan PMI yang tidak selalu terlihat dari besarnya kontribusi remitansi. Di balik penghasilan yang dikirimkan ke Tanah Air, terdapat kerinduan, pengorbanan dan perjalanan panjang yang harus dijalani bersama keluarga.
Melalui program Tali Kasih “Teman Seperjuangan BRI”, BRI berupaya membangun kedekatan dengan komunitas PMI. Program tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap kebutuhan masyarakat Indonesia yang bekerja dan menjalani kehidupan di luar negeri.
Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan kontribusi PMI bagi keluarga di Tanah Air perlu diiringi dengan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan mereka selama bekerja di luar negeri.
“Bagi BRI, PMI merupakan teman seperjuangan yang bekerja keras untuk membangun kehidupan yang lebih baik bagi keluarga di Tanah Air. Oleh karena itu, kami ingin kehadiran BRI dapat dirasakan lebih dekat, bukan hanya melalui layanan finansial, tetapi juga melalui perhatian terhadap perjalanan dan kebutuhan mereka,” ucapnya.
Menurut Dhanny, kedekatan dengan PMI tidak hanya dibangun ketika mereka membutuhkan layanan keuangan atau mengirimkan remitansi. BRI ingin hadir dalam perjalanan PMI sejak bekerja di luar negeri hingga mempersiapkan kehidupan setelah kembali ke Indonesia.
Program Tali Kasih “Teman Seperjuangan BRI” menjadi bagian dari upaya tersebut. Melalui program ini, BRI membangun hubungan yang lebih dekat dengan PMI sekaligus menunjukkan perhatian terhadap aspek sosial dari perjalanan mereka sebagai pekerja migran.
Di sisi lain, BRI juga mendorong agar penghasilan yang diperoleh PMI selama bekerja di luar negeri dapat dikelola secara lebih produktif. Pengelolaan tersebut dapat dilakukan melalui tabungan, investasi, kepemilikan aset, hingga persiapan modal usaha.
Literasi keuangan juga dinilai penting agar hasil kerja PMI dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang. Dengan perencanaan yang baik, penghasilan selama bekerja di luar negeri dapat menjadi bekal untuk membangun sumber penghidupan setelah kembali ke Indonesia.
“Ke depan, BRI mendorong agar penghasilan yang diperoleh selama bekerja di luar negeri dapat dikelola secara lebih produktif melalui peningkatan literasi keuangan, tabungan, investasi, kepemilikan aset, hingga persiapan modal usaha dan pengembangan keterampilan. Dengan dukungan ekosistem BRI yang menjangkau berbagai daerah di Indonesia, tPMI diharapkan dapat kembali ke Tanah Air bukan hanya membawa hasil dari bertahun-tahun bekerja, tetapi juga memiliki bekal finansial, keterampilan, dan kesiapan untuk membangun sumber penghidupan yang berkelanjutan bagi diri sendiri dan keluarganya,” pungkas Dhanny.
Kisah Yuni dan Suyati menjadi gambaran bahwa dukungan terhadap PMI tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi. Di balik aktivitas bekerja dan mengirimkan remitansi, terdapat kebutuhan untuk tetap terhubung dengan keluarga dan memiliki kesiapan menghadapi kehidupan setelah masa kerja di luar negeri.
Melalui program Tali Kasih “Teman Seperjuangan BRI”, BRI berupaya memperluas bentuk dukungannya kepada PMI. Pertemuan Yuni dengan sang ibu sekaligus menjadi simbol bahwa perjuangan para pekerja migran memiliki cerita personal yang tidak terpisahkan dari keluarga di Tanah Air.
Setelah hampir 10 tahun merantau, Yuni akhirnya mendapatkan kesempatan untuk bertemu kembali dengan ibunya secara langsung. Momen tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang seorang PMI yang bekerja jauh dari rumah demi keluarga sekaligus membuka babak baru untuk kembali menata masa depan.
(tim)
































