Logo Bloomberg Technoz

BRI Raih Anugerah Utama ESG 2026 Berkat Social Bond


Dok. BRI
Dok. BRI

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali mendapat pengakuan atas komitmennya dalam menjalankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Kali ini, BRI meraih penghargaan Anugerah Utama dalam ajang IDX Channel Anugerah ESG 2026.

Penghargaan tersebut diberikan atas inisiatif penerbitan Social Bond 2025 yang dinilai mampu mendorong penguatan keuangan inklusif berkelanjutan. Pengakuan ini sekaligus mencerminkan upaya BRI menjadikan instrumen pendanaan sebagai bagian dari penciptaan dampak sosial.

Ajang IDX Channel Anugerah ESG 2026 berlangsung di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (29/7). Tahun ini, acara tersebut mengangkat tema "Beyond Compliance: Leveraging ESG to Create Long-Term Corporate Value".

Penghargaan diberikan kepada perusahaan dan tokoh inspiratif yang dinilai konsisten mengimplementasikan prinsip ESG dalam kegiatan bisnis. Sebanyak 30 perusahaan dari 11 sektor usaha menerima apresiasi dalam penyelenggaraan tahun ini.

Proses penilaian dilakukan melalui lima aspek utama. Kelima aspek tersebut meliputi strategy and policy, leadership commitment, ESG performance, stakeholder participation, serta ESG reporting.

Bagi BRI, penghargaan tersebut berkaitan erat dengan strategi perusahaan dalam mengembangkan pembiayaan yang tidak hanya mempertimbangkan aspek finansial, tetapi juga memberikan manfaat sosial bagi masyarakat.

Melalui penerbitan Social Bond, BRI menghimpun dana dari pasar modal untuk kemudian digunakan dalam mendanai maupun membiayai kembali berbagai proyek sosial yang memenuhi kriteria dalam Social Finance Framework BRI.

Kerangka tersebut menjadi pedoman bagi BRI dalam memastikan penggunaan dana hasil penerbitan Social Bond tetap diarahkan pada kegiatan yang memiliki dampak sosial. Pengalokasian dana dilakukan berdasarkan kategori dan kriteria yang telah ditetapkan.

Social Bond BRI Dorong Akses Keuangan Inklusif

Social Finance Framework BRI mengacu pada sejumlah standar dan regulasi. Di antaranya Social Bond Principles dari International Capital Market Association (ICMA), Social Loan Principles, serta ketentuan Otoritas Jasa Keuangan.

Kerangka tersebut juga mengacu pada POJK Nomor 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan bagi Lembaga Jasa Keuangan, Emiten, dan Perusahaan Publik.

Selain itu, BRI menggunakan POJK Nomor 18 Tahun 2023 tentang Penerbitan dan Persyaratan Efek Bersifat Utang dan Sukuk Berlandaskan Keberlanjutan serta Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia atau TKBI sebagai bagian dari rujukan.

Melalui kerangka tersebut, dana Social Bond diarahkan untuk mendukung kelompok masyarakat yang membutuhkan akses pembiayaan dan layanan dasar. Sasaran tersebut mencakup masyarakat prasejahtera, kelompok yang belum memperoleh akses memadai terhadap layanan esensial, perempuan, serta kelompok rentan lainnya.

Social Bond BRI juga memperoleh peringkat idAAA atau Triple A dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO). Penerbitan tersebut mendapat respons positif dari investor dengan permintaan yang mencapai 1,31 kali dari target penerbitan.

Komitmen BRI terhadap instrumen pendanaan berbasis dampak sosial juga berlanjut pada 2026. Pada tahun tersebut, BRI kembali menerbitkan Social Bond dengan nilai mencapai Rp5 triliun.

Dampak dari pembiayaan yang dihimpun melalui instrumen tersebut tercermin dalam laporan dampak Social Bond tahun 2025. Salah satunya berasal dari penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro.

Dalam laporan tersebut, pembiayaan KUR Mikro BRI tercatat memberikan akses pinjaman perbankan pertama kepada 44.694 nasabah. Pembiayaan itu juga meningkatkan akses usaha bagi 23.422 nasabah.

Sementara itu, pembiayaan mikro melalui KUPEDES turut memberikan kontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja. Segmen tersebut tercatat berkontribusi terhadap penciptaan 59.091 lapangan kerja pada segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Capaian tersebut memperlihatkan bagaimana pendanaan berbasis Social Bond dapat dikaitkan dengan aktivitas pembiayaan masyarakat. Dampaknya tidak hanya berupa akses terhadap modal, tetapi juga berkaitan dengan penguatan aktivitas usaha dan penciptaan kesempatan kerja.

Program pembiayaan tersebut turut mendukung sejumlah target dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Kontribusinya antara lain terkait SDG 1 Tanpa Kemiskinan, SDG 2 Tanpa Kelaparan, serta SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.

Direktur Legal and Compliance BRI Mahdi Yusuf mengatakan penerbitan Social Bond secara berkelanjutan menjadi bagian dari komitmen perseroan untuk memperkuat sumber pendanaan yang berorientasi pada dampak sosial.

“Melalui Social Bond, BRI memperluas akses layanan keuangan, memperkuat usaha masyarakat, dan mendukung penciptaan lapangan kerja. Penghargaan ini semakin menguatkan komitmen kami untuk memastikan setiap instrumen pendanaan berkelanjutan dapat menghasilkan manfaat yang nyata, terukur, dan tepat sasaran,” ungkap Mahdi.

Menurut Mahdi, pengakuan melalui IDX Channel Anugerah ESG 2026 menjadi tambahan dorongan bagi BRI untuk terus mengembangkan praktik keuangan berkelanjutan. Instrumen pendanaan yang digunakan diharapkan dapat memberikan manfaat yang dapat diukur dan dirasakan masyarakat.

Dari sisi penyelenggara, penghargaan tersebut juga diharapkan dapat menjadi pemicu bagi dunia usaha untuk semakin serius menjalankan agenda keberlanjutan. Penerapan ESG dinilai tidak berhenti pada pemenuhan kewajiban, tetapi dapat menjadi bagian dari penciptaan nilai perusahaan dalam jangka panjang.

CEO IDX Channel Syafril Nasution mengatakan penghargaan tersebut diberikan bukan semata sebagai bentuk apresiasi, tetapi juga sebagai dorongan bagi semakin banyak perusahaan untuk memperkuat penerapan ESG.

"Kami berharap penghargaan ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga menjadi pemicu bagi semakin banyak perusahaan untuk memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan, transparansi, tata kelola, dan inovasi," kata Syafril.

Penghargaan Anugerah Utama yang diterima BRI menambah catatan pengakuan terhadap implementasi keuangan berkelanjutan perseroan. Penerbitan Social Bond menjadi salah satu instrumen yang menghubungkan kebutuhan pendanaan dengan pembiayaan yang memiliki tujuan sosial.

Dengan terus mengembangkan instrumen tersebut, BRI berupaya memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan UMKM dan penciptaan lapangan kerja. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perseroan memperkuat peran sektor perbankan dalam mendorong pembangunan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.