Logo Bloomberg Technoz

Adi biasa mengirimkan barang paling banyak hingga 1.000 potong kemeja dengan nominal rerata bisa mencapai Rp90 juta untuk satu kali pengiriman. Namun saat itu, dana yang cair pada Desember 2025 hanya sebesar Rp24,5 juta. “[Saat] itu belum bisa ditarik, dari situ kendala penarikan dana dimulai,” ungkap dia. 

Dengan kondisi tersebut, Adi melaporkan kendalanya kepada Customer Service Shopee. Namun CS merespons bahwa diperlukan waktu untuk pencairan dana. Adi kemudian menanti pada bulan-bulan berikutnya. Waktu berlalu, hingga Januari dan Februari saldo tersebut pun belum juga cair.

Adi mengaku pada Maret 2026 saldonya yang termonitor bertambah Rp300 juta dan Rp400 juta yang transfer secara bertahap. 

“Dikasih tanggal, kan siang cairnya gitu, tapi setiap hari itu belum tentu ada pencairan, padahal pesanan itu rata-rata sudah selesai semua. Harusnya pesanan sudah selesai dana masuk. Dari yang pesanan-pesanan bulan-bulan sebelumnya numpuk,” jelas dia.

“Kenapa kok di situ saldonya sampai miliaran, ya emang kita kendalanya penarik kan. Jadi numpuk setiap hari ada yang cair tapi belum bisa ditarik,” tegas dia.

Akan tetapi, faktanya saldo ratusan juta tersebut belum juga bisa dicairkan. Adi lantas kembali melapor ke CS Shopee. Saat itu, layanan pelanggan tersebut hanya merespons, ketika terdapat kendala tidak disarankan menarik dana dengan nominal besar lantaran sistem akan bug atau error.

Diminta Penarikan via ShopeePay

Kemudian, Adi disarankan oleh CS untuk menarik dana ratusan juta tersebut melalui ShopeePay–sistem pembayaran digital milik Shopee–dengan nominal Rp250.000 secara bertahap. Saat itu, Adi berhasil memindahkan dana usahanya ke ShopeePay hingga Rp80 juta. 

“Cuma kan ShopeePay juga masih lingkupnya Shopee, dana nya masih di situ belum ke bank. Akhirnya kita ikut sana, saya tarik bertahap ke ShopeePay. Di ShopeePay mentok itu di saldo Rp80 juta hanya bisa ditarik karena ada limit per bulan Rp40 juta,” jelas Adi.

Adi kemudian mencoba memindahkan dana tersebut ke akun bank pribadinya namun hanya bisa mencapai Rp700.000 karena tidak bisa mentransfer dalam jumlah besar.

Dalam kaitan itu, Adi kembali mengontak CS Shopee dan diestimasikan pada 4 Mei 2026 dapat melakukan penarikan secara langsung Rp500 juta dan seterusnya. Adi mengakui, pemindahan tersebut terproses namun dana itu belum juga ada di akun bank milik Adi dibuktikan dengan mutasi rekening yang dia miliki. 

“Tapi statusnya ketika kami narik itu sedang diproses belum selesai di jam 11.14 WIB [4 Mei 2026] kami narik Rp500 juta sedang diproses, berarti dana itu belum masuk ke bank BNI,” kata Adi.

“Itu saya berarti narik dua kali tanggal 4 dan 5 [Mei 2026] nominal sama Rp500 juta karena kan pikir saya coba narik hari ini, siapa tahu bisa, CS malah respons lagi belum siap menarik dalam jumlah besar. Padahal sebelumnya sudah disarankan,” jelas Adi.

Mendatangi Kantor Shopee, Tak Ada Hasil 

Walhasil, pada 26 Mei 2026 saldo sebanyak Rp1 miliar tersebut kembali lagi ke saldo penjual di sistem Shopee bukan ke akun bank milik Adi. Lantaran waktu pencairan dana kembali diulur, Adi berinisiatif mendatangi kantor Shopee di Gama Tower dari Pekalongan, Jawa Tengah. 

“Saya seperti tidak melakukan penarikan jadinya. Di ulur-ulur saja. Sia-sia yang kemarin. Saya akhirnya datang ke kantor pusat Shopee di Gama Tower pada 4 Juni 2026,” imbuh dia.

Pada hari itu, lanjut Adi, bahkan terdapat percobaan untuk masuk ke akun penjualan atau login ke akun girlsco sebanyak lima kali. Lantaran takut akunnya dibobol, kemudian Adi mengganti kata sandi dan hingga saat ini akun tersebut tidak dapat digunakan atau login kembali.

“Saya takut akun saya dibobol, saya ganti sandi tanggal 6 Juni [2026]  itu jam 10 saya rekam layar [cek] saldo setelah itu ke log out tidak bisa masuk lagi. Saya login dengan berbagai metode email, nomor hp semuanya tidak bisa lapor ke CS malah mengajari cara login lewat email,” ungkap Adi. 

Saat berada di kantor Shopee, Adi mengaku tidak mendapatkan respons sama sekali atas kendala yang ia hadapi. “Ketika itu sempet ke sana [kantor Shopee] dalam keadaan akun log out bawa print out malah nggak digubris, malah dibilang saldonya nggak ada. Kan aneh di sana, itu nggak ada [respons] semua. Saya kayak orang stress di sana karena saya kaget,” imbuh Adi.  “Ke shopee ketemu CS juga nggak menjawab solusi. Saya ke sana kayak yang galak sana [pihak Shopee] daripada saya.”

Adi menegaskan bahwa sebelum akunnya tidak bisa digunakan per 6 Juni 2026 dengan saldo dana usaha yang tercantum di akun Shopee sebanyak Rp6,3 miliar. Jumlah saldo tersebut masih bisa bertambah dari seller lain yang membayar penjualannya sejak November 2025. 

“Sebelum ke log out 6 Juni sekitar Rp6 miliar saldonya. Kalau sekarang saya bisa login mungkin sudah lebih karena kan setiap harinya ada uang masuk dari uang yang di pending karena akun saya ke log out saya nggak bisa lihat lagi,” terang Adi. 

Dalam kaitan itu, Adi berharap akunnya bisa digunakan kembali lantaran saat ini tampilan checkout barang di tokonya hilang. Dana usahanya sebanyak Rp6,3 miliar juga bisa dicairkan dengan lancar oleh Shopee. 

“Harapan saya sih dibantu log, ini saya enggak tahu tampilan saldo saya seperti apa sekarang karena terakhir 6 Juni. [saldo cair] bertahap secara manual ratusan juta juga nggak masalah dengan catatan lancar. Investor saya banyak, dengan ada kendala ini saya bingung mau kasihnya juga gimana,” ujarnya.  “Saya beban juga sama investor saya ada kendala ini jadi rugi semua.”

Bloomberg Technoz sudah berusaha menghubungi Shopee, namun hingga berita ini ditulis belum ada tanggapan.
 

(mfd/wep)

No more pages