Logo Bloomberg Technoz

Penurunan saham sepanjang pekan ini memang relatif terbatas, tetapi ada sejumlah sinyal yang tidak bisa diabaikan, kata Mark Hackett dari Nationwide. Penurunan tersebut didorong kekhawatiran mengenai penerbitan utang dan suku bunga, kekecewaan atas mandeknya kemajuan dalam perundingan dengan Iran, serta keraguan terhadap investasi besar-besaran di sektor kecerdasan buatan (AI).

“Tidak satu pun dari faktor-faktor tersebut merupakan hal baru. Namun, mengingat ekspektasi dan posisi investor yang sudah tinggi, standar untuk menghasilkan kejutan positif semakin tinggi dan sensitivitas terhadap berbagai risiko yang membayangi pasar semakin meningkat,” tambahnya.

Nasdaq 100 Halts Losing Streak. (Sumber: Bloomberg)

“Kami saat ini tidak melihat gejolak di pasar obligasi sebagai alasan untuk mengurangi eksposur terhadap pasar saham,” kata Ulrike Hoffmann-Burchardi dari Chief Investment Office UBS. “Namun, kondisi ini semakin memperkuat alasan untuk melakukan diversifikasi investasi saham.”

Kegagalan rencana Departemen Keuangan AS untuk menekan imbal hasil obligasi jangka panjang akan menekan dolar AS dan mendorong investor untuk mengambil posisi jual terhadap aset berisiko menjelang pemilu sela pada November, menurut Michael Hartnett dari Bank of America Corp.

Upaya Menteri Keuangan AS untuk menekan imbal hasil di ujung panjang kurva memberikan sinyal yang jelas kepada pasar, kata Stephen Brown dari Capital Economics. Dia kemungkinan berharap Ketua Federal Reserve Kevin Warsh “tidak membatalkan upayanya tersebut dalam pidato di Jackson Hole” pekan depan, tambah Brown.

Ann Miletti dari Allspring Global Investments mengatakan Wall Street memiliki lebih banyak hal yang perlu dikhawatirkan dari simposium ekonomi Jackson Hole dibandingkan dengan laporan keuangan Nvidia.

“Hal yang kami coba fokuskan di tengah semua kegilaan yang terjadi adalah apa yang bisa Anda kendalikan,” kata Miletti. “Dengan melihat perusahaan dari sisi fundamental, benar-benar memahami perusahaan mana yang memiliki neraca keuangan dan fleksibilitas untuk menghadapi kondisi apa pun—itulah yang menjadi fokus kami, dan itulah yang bisa kami kendalikan.”

Pergerakan pasar yang harus diperhatikan:

Saham

  • S&P 500 naik 0,4% pada pukul 16.00 waktu New York.
  • Nasdaq 100 naik 0,3%.
  • Dow Jones Industrial Average naik 1%.
  • MSCI World Index naik 0,5%.

Mata Uang

  • Bloomberg Dollar Spot Index turun 0,1%.
  • Euro relatif tidak berubah di US$1,1679.
  • Pound sterling naik 0,1% menjadi US$1,3647.
  • Yen Jepang relatif tidak berubah di 159,00 per dolar AS.

Mata Uang Kripto

  • Bitcoin naik 5,9% menjadi US$76.937,31.
  • Ether naik 4% menjadi US$2.410,71.

Obligasi

  • Imbal hasil Treasury AS 10 tahun naik 3 basis poin menjadi 4,73%.
  • Imbal hasil obligasi Jerman 10 tahun relatif tidak berubah di 3,26%.
  • Imbal hasil obligasi Inggris 10 tahun relatif tidak berubah di 5,06%.

Komoditas

  • Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 0,3% menjadi US$86,60 per barel.
  • Harga emas spot naik 2,2% menjadi US$4.615,65 per ons.

(bbn)

No more pages