Logo Bloomberg Technoz

Bursa Asia Bersiap Memerah Terseret Kejatuhan Wall Street

News
21 August 2026 08:00

Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)
Bursa Asia. (Dok: Bloomberg)

Toby Alder - Bloomberg News

Bloomberg, Bursa saham di kawasan Asia bersiap merosot setelah bursa saham AS melemah akibat melonjaknya harga minyak mentah dan imbal hasil (yield) obligasi acuan. Para investor berspekulasi bahwa upaya Departemen Keuangan AS untuk menekan biaya pinjaman hanya akan memberikan kelegaan yang bersifat sementara.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 30 tahun tetap merangkak naik meskipun Menteri Keuangan Scott Bessent mengisyaratkan adanya peluang untuk memperbesar skala pembelian kembali obligasi (buyback) serta rencana fiskal mendatang. Indeks S&P 500 merosot 0,9%, dengan saham Walmart Inc mencatatkan penurunan terburuk sejak 2022 akibat kinerja penjualan yang mengecewakan. Indeks Nasdaq 100 terkoreksi 0,7% dan mencatatkan penurunan selama lima hari berturut-turut. Kontrak berjangka (futures) indeks saham mengindikasikan pembukaan yang melemah di Jepang, Korea Selatan, dan Australia, sementara kontrak berjangka AS bergerak tipis pada awal perdagangan.


Harga minyak mentah jenis Brent melesat hingga 3,4% mendekati level US$95 per barel pada Kamis (20/8), pencapaian tertinggi dalam hampir empat minggu terakhir. Lonjakan ini terjadi setelah Donald Trump mengancam Iran dengan "perang ekonomi" dan menyatakan bahwa Teheran telah gagal menerima kesepakatan. Di sisi lain, mata uang dolar AS menguat, sementara Bitcoin berhasil menembus level US$72.000.

Pergerakan pada pasar obligasi memperpanjang tren volatilitas di Wall Street, di mana serangkaian keputusan Departemen Keuangan makin menegaskan kekhawatiran yang meningkat terhadap tingginya imbal hasil jangka panjang. Imbal hasil obligasi bertenor 10 tahun ditutup menguat enam basis poin ke level 4,70% pada Kamis, mengikis penguatan obligasi AS yang sempat tercatat pada Rabu saat Departemen Keuangan mengumumkan rencana untuk meningkatkan buyback utang bertenor panjang.

Yield Treasury AS. (Sumber: Bloomberg)