Jeff Bezos selaku pendiri Amazon mengungkapkan ambisi perusahaannya terkait drone dalam sebuah wawancara pada tahun 2013. Bezos mengatakan bahwa mereka dapat melakukan pengiriman kepada pelanggan dalam waktu lima tahun.
Selama dekade berikutnya, perusahaan tersebut terus menguji berbagai desain drone dan mengalami sejumlah kecelakaan selama penerbangan uji coba, sambil menyadari kenyataan bahwa masalah keamanan dan keterbatasan ruang kemungkinan besar akan membatasi pengiriman melalui udara hanya di kawasan pinggiran kota, bukan di kawasan perkotaan.
Drone MK30 milik perusahaan ini, yang dirancang dan dibuat sendiri, adalah pesawat berpropeler enam yang lepas landas dan mendarat seperti helikopter serta memiliki jangkauan sekitar 7,5 mil.
Drone MK30 juga telah melakukan ratusan ribu pengiriman tahun ini, sebuah peningkatan drastis dibandingkan dengan jumlah yang sangat sedikit dalam beberapa tahun terakhir, ketika perusahaan terutama melakukan pengiriman dari lokasi pengujian di California dan Texas yang kini telah ditutup.
Anggota layanan Amazon Prime membayar US$2,99 untuk pengiriman drone, dengan biaya tersebut dibebaskan untuk pesanan senilai US$50 atau lebih. Pelanggan yang tidak memiliki keanggotaan Prime dikenakan biaya pengiriman US$4,99.
Amazon dan rivalnya, Walmart Inc., tahun lalu memberi sinyal ekspansi besar-besaran untuk operasi pengiriman drone mereka. Amazon telah memodifikasi gudang-gudangnya untuk mengakomodasi drone-drone tersebut. Walmart, yang mengoperasikan drone buatan mitra termasuk Wing milik Alphabet Inc., biasanya meluncurkan drone-nya dari area persiapan di tempat parkir toko.
Perluasan Walmart pada akhir tahun lalu membuatnya berada di jalur yang tepat untuk menawarkan pengiriman udara ke wilayah metropolitan yang menjadi tempat tinggal sekitar satu dari setiap 10 orang di AS.
Pada bulan Juni, Wing menyatakan bahwa mereka berada di jalur yang tepat untuk melakukan penerbangan dari lebih dari 270 lokasi Walmart, yang menjangkau lebih dari 40 juta orang di AS pada tahun depan. Amazon juga hampir mencapai jangkauan yang serupa, dengan rencana untuk menyediakan layanan pengiriman drone kepada 30 juta orang pada akhir tahun 2026.
(bbn)
































