Logo Bloomberg Technoz

Pada 31 Juli lalu, yield instrumen ini menyentuh 4,74% yang menjadi catatan tertinggi sejak awal tahun.

Grafik Imbal Hasil Amerika Serikat. (Sumber: Bloomberg)

“Peningkatan buyback oleh Departemen Keuangan relatif kecil dibandingkan utang pemerintah AS yang mencapai US$ 40 triliun. Namun langkah ini memberi sinyal bahwa Departemen Keuangan mendukung pasar keuangan yang lebih longgar. Sesuatu yang positif bagi emas,” jelas Ole Hansen, Head of Commodity Strategy di Saxo Bank, seperti dikutip dari Bloomberg News.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat imbal hasil instrumen lain sedang tinggi.

Harga Emas di Pasar Spot (Sumber: Bloomberg)

Analisis Teknikal

Jadi bagaimana prediksi gerak harga emas untuk hari ini, Kamis (20/8/2026)? Apakah bisa melonjak lagi?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas betah di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 67. RSI di atas 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bullish.

Namun, indikator Stochastic RSI 14 hari sudah mencapai 98. Jauh di atas 80 yang berarti tergolong jenuh beli (overbought).

Untuk perdagangan hari ini, harga emas berisiko turun. Maklum, kenaikan yang lumayan drastis tentu bisa mendatangkan aksi ambil untung (profit taking).

Target support terdekat ada di US$ 4.494/troy ons. Jika tertembus, maka harga emas bisa longsor menuju US$ 4.473-4.407/troy ons.

Waspadai pivot point di US$ 4.386/troy ons. Dari sini, harga emas bisa turun lagi ke arah Moving Average (MA) 10 di US$ 4.374/troy ons.

Secara teknikal, harga emas sudah melampaui MA-200 sehingga ruang kenaikan makin sempit. Target paling optimistis adalah US$ 4.555/troy ons.

(aji)

No more pages