Logo Bloomberg Technoz

Filianingsih mengibaratkan konsep tersebut dengan QRIS yang memungkinkan satu kode QR digunakan oleh berbagai aplikasi pembayaran.

Saat ini, terdapat tujuh bank penerbit KKI, yakni BCA, Bank Mandiri, BNI, BRI, CIMB Niaga, Permata, dan Bank Mega. Sementara itu, BSI akan mengembangkan KKI Syariah.

Tiga Tahap Implementasi KKI

BI juga membeberkan bahwa nantinya tahapan KKI akan dibagi menjadi tiga. Pada tahap pertama, KKI akan hadir dalam bentuk kartu digital yang dapat menjadi sumber dana untuk transaksi QRIS. Dengan demikian, saat melakukan transaksi menggunakan QRIS, masyarakat dapat memilih KKI sebagai sumber dana selain tabungan maupun uang elektronik.

Selanjutnya, pada tahap kedua, kartu kredit digital tersebut akan dikembangkan untuk dapat digunakan dalam transaksi daring, termasuk pembayaran di e-commerce. Adapun pada tahap ketiga, BI akan mengembangkan KKI dalam bentuk kartu fisik seperti kartu kredit pada umumnya.

Filianingsih mengatakan penerbit KKI nantinya tidak terbatas pada bank yang telah menjadi first mover atau bank yang terlebih dahulu menerbitkan KKI. Sepanjang memenuhi persyaratan, bank maupun PJP (Penyelenggara Jasa Pembayaran) non-bank dapat mengajukan diri sebagai penerbit KKI.

“Sepanjang semua bank, PJP, baik bank maupun non-bank, sepanjang bisa memenuhi syarat, makanya kita katakan ini inklusif. Jadi semua yang memenuhi syarat bisa mengajukan diri sebagai penerbit dari KKI,” ujarnya.

Menurutnya, sejumlah PJP lainnya juga telah mulai mendaftarkan diri sebagai penerbit KKI. Penambahan penerbit tersebut diharapkan dapat memperluas penggunaan KKI di masyarakat.

Sasar Sektor Produktif-Pelaku Usaha

Salah satu perbankan penerbit KKI, Bank Mandiri menyebut telah turut serta sebagai salah satu penerbit KKI segmen ritel yang diimplementasikan mulai 17 Agustus 2026. 

“Dalam hal target market, Bank Mandiri menyasar masyarakat produktif dan pelaku usaha di wilayah Indonesia yang membutuhkan alternatif fasilitas kredit dan instrumen pembayaran non-tunai yang praktis, efisien, dan terintegrasi dengan ekosistem pembayaran digital khususnya yang berbasis infrastruktur nasional,” kata Adhika Vista, Corporate Secretary Bank Mandiri, Corporate Secretary Bank Mandiri kepada Bloomberg Technoz, Rabu (19/8/2026).

Menurut Adhika, KKI dapat mendorong adopsi instrumen pembayaran nasional, memperluas transaksi non-tunai, serta turut mendukung agenda Bank Indonesia dalam memperkuat kemandirian dan konektivitas sistem pembayaran Indonesia.

Ia mengatakan pengajuan kartu kredit ini dapat dilakukan melalui Livin’ by Mandiri dan Cabang Bank Mandiri, dengan persyaratan pemohon bertempat tinggal atau bekerja di wilayah Indonesia, batas minimum usia calon pemegang kartu utama adalah 21 (dua puluh satu) tahun, serta beberapa persyaratan lainnya.

“Dari sisi keunggulan, KKI diterbitkan dalam bentuk kartu digital berbasis Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) dan dapat digunakan sebagai sumber dana transaksi QRIS, baik melalui skema scan maupun tap," tambah Adhika.

Selain penggunaan di domestik, KKI menurutnya juga dapat digunakan untuk transaksi internasional melalui ekosistem QRIS Antarnegara, sesuai dengan negara dan penjual yang telah terhubung dalam kerja sama QRIS Antarnegara Bank Indonesia.

Untuk mendorong penggunaan, Bank Mandiri menawarkan berbagai keuntungan bagi nasabah pengguna KKI juga di antaranya bebas iuran tahun pertama, Livin’poin atas transaksi yang dilakukan, promo di penjual favorit serta welcome bonus sesuai dengan program yang berlaku.

Selain itu nasabah juga dapat memanfaatkan berbagai layanan Mandiri Kartu Kredit seperti Power Installment, Power Bill dan Power Cash.

(ell)

No more pages