Logo Bloomberg Technoz

"Paling tidak, kemampuan pertahanan dasar kita harus diperkuat," tegas Anwar.

Lokasi Balabac yang berjarak sekitar 20 menit dari Pulau Banggi milik Malaysia, menurut Anwar, menjadi isu yang sangat sensitif bagi Kuala Lumpur lantaran adanya sengketa lama atas wilayah Sabah. Filipina tetap mempertahankan klaimnya atas wilayah tersebut—yang bergabung dengan Malaysia saat federasi dibentuk pada 1963—sebuah klaim yang tegas ditolak oleh Kuala Lumpur.

Meski kedua pihak tidak pernah terlibat perang berskala penuh memperebutkan wilayah tersebut, sengketa ini secara periodik kerap merenggangkan hubungan kedua negara. Pada 2013, pengikut bersenjata dari pihak yang mengklaim sebagai ahli waris Kesultanan Sulu menginvasi Sabah timur untuk memaksakan klaim historis tersebut, yang memicu aksi pengepungan dan pertempuran selama lebih dari sebulan. Kendati demikian, pemerintah Manila tidak terlibat dalam pertempuran tersebut.

Di tengah sengketa yang bergulir, kedua negara pada Selasa (18/8) sepakat untuk memperdalam kerja sama di bidang keamanan dan ekonomi, menggarisbawahi hubungan kedua pihak yang secara umum tetap erat. Perwakilan dari kantor presiden dan kementerian luar negeri Filipina tidak segera merespons permintaan tanggapan.

Anwar sendiri tengah menghadapi iklim politik dalam negeri yang kian sulit setelah partainya mengalami kemunduran dalam pemilu tingkat negara bagian baru-baru ini, yang membuat cengkeramannya atas koalisi pemerintahan Malaysia terlihat makin rentan.

Militer Filipina berencana mengubah Balabac menjadi pangkalan operasi terdepan untuk angkatan udaranya, dengan menyatakan bahwa lokasi tersebut akan memperluas jangkauan kemampuan pertahanan udara negara secara signifikan. Manila juga mempercepat proyek-proyek di sana untuk memperkuat kepentingannya di Laut China Selatan, wilayah di mana kapal-kapalnya kerap terlibat insiden dengan kapal-kapal China.

Selama latihan militer gabungan berjuluk Balikatan pada Mei lalu, pasukan AS, Filipina, dan Australia berlatih merebut dan menguasai lapangan udara pulau tersebut. Di saat yang sama, Angkatan Darat AS menempatkan peluncur roket HIMARS di sana dan menggelar latihan tembak langsung terhadap target maritim simulasi di lepas pantai.

Washington dan Manila menyatakan investasi EDCA bertujuan untuk mendukung pelatihan gabungan, latihan militer, dan interoperabilitas militer, di mana AS pada 2023 lalu menyatakan rencananya untuk mengalokasikan dana lebih dari US$100 juta.

(bbn)

No more pages