Logo Bloomberg Technoz

BMKG sebelumnya telah mengirimkan Peringatan Dini Tsunami 1 dalam waktu 2 menit 16 detik setelah gempa terjadi, dengan status ancaman Siaga dengan ketinggian 0,5–3 meter dan Waspada kurang dari 0,5 meter.

Peringatan dini tsunami kemudian dinyatakan berakhir pada pukul 07.30 WIB atau sekitar 2 jam 31 menit setelah gempa.

Data gempa susulan di NTT per 18 Agustus 2026. (Sumber: BMKG)

Hasil observasi stasiun pasang surut menunjukkan tsunami terdeteksi di 16 lokasi yang tersebar di empat provinsi, yakni Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.

Tsunami tertinggi tercatat di Pota, Manggarai Timur, NTT, pada pukul 05.03 WIB dengan ketinggian 1,605 meter. Sementara tsunami terendah tercatat di Bakalang, Alor, NTT, pada pukul 05.41 WIB dengan ketinggian 0,14 meter.

Berdasarkan pemantauan sementara dan informasi lapangan, gempa M7,7 tersebut menyebabkan 53 orang meninggal dunia dan 137 orang mengalami luka-luka. Gempa juga menyebabkan kerusakan dengan tingkat ringan hingga berat di sejumlah wilayah, terutama Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, hingga Sikka dan Maumere.

BMKG telah menerjunkan tim gabungan dari pusat dan unit pelaksana teknis untuk melakukan survei gempa bumi merusak. Survei meliputi pengamatan makroseismik, pengukuran mikrotremor dan Multichannel Analysis of Surface Waves (MASW), pemantauan gempa susulan, serta verifikasi dampak tsunami di lapangan.

Survei tersebut dilakukan untuk mendukung proses pemulihan dan rekonstruksi pascabencana, sekaligus menjadi dasar pemetaan mikrozonasi pascagempa dan penyusunan rekomendasi mitigasi serta rekonstruksi yang lebih aman.

BMKG juga terus memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terdampak. Masyarakat diminta tetap tenang, tetapi waspada terhadap aktivitas gempa susulan yang masih berlangsung.

BMKG secara khusus mengimbau masyarakat untuk tidak memasuki atau menggunakan bangunan yang mengalami keretakan maupun kerusakan akibat gempa, karena bangunan tersebut berpotensi mengalami keruntuhan ketika terjadi gempa susulan.

Informasi terbaru mengenai aktivitas gempa dan tsunami dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG, termasuk media sosial @infoBMKG, situs BMKG, InaTEWS, aplikasi InfoBMKG, serta sistem Warning Receiver System (WRS) BMKG.

(dec)

No more pages