Logo Bloomberg Technoz

Goa Rangko dan Batu Cermin tidak mengalami kerusakan. Goa Rangko masih ditutup sementara, sedangkan Batu Cermin telah dibuka kembali dan menerima 132 kunjungan pada 16 Agustus 2026.

Di Kabupaten Manggarai, lima destinasi ditutup sementara sebagai langkah kehati-hatian karena gempa susulan masih berlangsung. Kelima destinasi tersebut yakni Wae Rebo, Nuca Molas, Kampung Todo, Ruteng Pu'u, dan Liang Bua.

Di Kabupaten Ngada, dampak teridentifikasi di Air Panas Mengeruda yang mengalami kekeruhan, Pantai Watulajar yang mengalami kerusakan pada sejumlah fasilitas, serta Taman Wisata Rohani Maria Ratu Semesta Alam Wolowio, Beiposo. Di lokasi terakhir ditemukan rekahan permukaan tanah yang berdampak pada altar. Pendataan tingkat kerusakan masih berlangsung.

Di Kabupaten Ende, longsor terjadi pada dinding Kawah 1 dan Kawah 2 Danau Kelimutu. Pengunjung dievakuasi saat gempa terjadi dan kunjungan ke Taman Nasional Kelimutu ditutup sementara hingga kondisi dinilai aman. Seluruh petugas dilaporkan dalam kondisi aman.

Sementara di Kabupaten Sikka, ruang tunggu Pelabuhan Laurens Say Maumere yang merupakan bangunan berlantai dua ambruk total. Pendataan kondisi destinasi, hotel, dan infrastruktur pariwisata lainnya masih berlangsung, meski terkendala keterbatasan jaringan komunikasi.

Adapun di Kabupaten Nagekeo yang menjadi salah satu wilayah episentrum gempa, pendataan masih terkendala komunikasi. Informasi awal menyebutkan Hotel Pepita Mbay mengalami kerusakan parah dan sejumlah fasilitas publik terdampak. Kondisi tersebut masih membutuhkan verifikasi lanjutan oleh tim di lapangan.

Keselamatan Wisatawan Jadi Prioritas

Plt Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung menegaskan keselamatan wisatawan menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan pembukaan maupun penutupan destinasi.

"Pertama-tama, kami berduka atas jatuhnya korban. Hal mendasar yang menjadi catatan untuk sektor pariwisata sendiri adalah: tidak ada destinasi yang dibuka sebelum dinyatakan aman. Penutupan sementara adalah langkah mitigasi, bukan penghentian aktivitas pariwisata," tegasnya

BPOLBF mengimbau wisatawan dan pelaku usaha pariwisata untuk mengikuti informasi resmi dari pemerintah, pengelola destinasi, BMKG, BNPB, serta pihak berwenang lainnya, khususnya terkait potensi gempa susulan dan perubahan kondisi aksesibilitas.

Informasi mengenai kondisi destinasi, akomodasi, aksesibilitas, transportasi, dan fasilitas pendukung terus dihimpun dan diperbarui berdasarkan perkembangan di lapangan.

Untuk memperoleh informasi mengenai kondisi destinasi dan aktivitas pariwisata di Floratama, wisatawan dan pemangku kepentingan dapat menghubungi BPOLBF melalui WhatsApp/Hotline 0811-3879-4555.

Penanganan Pascabencana

Pemerintah Provinsi NTT telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi NTT melalui Keputusan Gubernur Nomor 305/KEP/HK/2026. Status tersebut berlaku selama 14 hari, terhitung sejak 15 hingga 28 Agustus 2026.

Hingga Minggu (16/8), BNPB mencatat 53 korban meninggal dunia. Korban tersebar di Kabupaten Manggarai sebanyak 25 orang, Manggarai Timur 20 orang, Sikka 4 orang, Ende 2 orang, Manggarai Barat 1 orang, dan Nagekeo 1 orang.

Gempa juga mengakibatkan korban luka-luka, kerusakan rumah warga dan fasilitas publik, serta memaksa masyarakat di sejumlah wilayah mengungsi.

Pada Sabtu (15/8) malam, pemerintah pusat menyalurkan bantuan 50.000 paket sembako ke wilayah terdampak di Pulau Flores. Bantuan dibawa langsung oleh Menko PMK, Menteri Dalam Negeri, Kepala BNPB, Menteri PU, serta perwakilan PLN, Telkom, dan Pertamina, bersama Wakil Menteri Kesehatan dan Wakil Menteri Sosial.

BPOLBF juga mengajak seluruh pelaku pariwisata mengutamakan keselamatan, melakukan asesmen terhadap fasilitas masing-masing, memastikan wisatawan memperoleh informasi yang benar, serta segera melaporkan kondisi atau kebutuhan yang memerlukan koordinasi lanjutan.

Hingga 16 Agustus 2026, sejumlah wilayah di NTT masih dalam proses pendataan akibat keterbatasan jaringan komunikasi. BPOLBF akan memperbarui informasi secara berkala berdasarkan hasil verifikasi dan koordinasi dengan pihak terkait.

(spt)

No more pages