Dia mengatakan pendataan destinasi di wilayah Floratama akan terus diperbarui untuk memetakan dampak gempa secara menyeluruh.
"Masa tanggap darurat masih berjalan hingga 28 Agustus, dan pendataan di beberapa wilayah masih terkendala jaringan komunikasi. Kami tidak akan berhenti pada laporan hari ini. BPOLBF akan terus memperbarui informasi sampai kondisi seluruh wilayah Floratama benar-benar terpetakan," ujarnya.
Labuan Bajo Kembali Normal
Berdasarkan pembaruan data per 16 Agustus 2026 pukul 19.00 WITA, aktivitas pariwisata di Labuan Bajo berjalan normal, lancar, dan kondusif, termasuk di Pelabuhan Marina Labuan Bajo.
Pada hari yang sama, KSOP Kelas III Labuan Bajo mencatat 308 kapal wisata berangkat dengan total 3.651 penumpang. Jumlah tersebut terdiri dari 2.840 wisatawan mancanegara dan 811 wisatawan nusantara.
Akses menuju Taman Nasional Komodo juga kembali dibuka setelah KSOP Labuan Bajo mengizinkan aktivitas pelayaran.
Pada 16 Agustus 2026, kunjungan wisatawan tercatat sekitar 1.381 orang di Padar Selatan, 328 orang di Loh Liang Pulau Komodo, 277 orang di Loh Buaya Pulau Rinca, dan 54 orang di Gili Lawa.
Seluruh wisatawan telah kembali ke Labuan Bajo dan terpantau beraktivitas normal di kawasan Waterfront Marina.
Sementara itu, Bandara Komodo Labuan Bajo tetap beroperasi dengan mayoritas penerbangan berjalan sesuai jadwal. Namun, pembatalan masih terjadi pada sejumlah rute menuju bandara di wilayah NTT yang terdampak langsung, terutama Bandara Haji Hasan Aroeboesman, Ende.
(spt)




























