Sentimen positif bagi harga emas datang dari menebalnya keyakinan pasar bahwa bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve sepertinya masih akan menahan diri. Kemungkinan Gubernur Kevin Warsh dan sejawat belum menaikkan suku bunga acuan dalam rapat bulan depan.
Mengutip CME FedWatch, peluang kenaikan Federal Funds Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,75-4% dalam rapat September saat ini adalah 35%. Turun drastis dibandingkan posisi sepekan lalu yakni 52,2%.
Ini karena ekonomi Negeri Adikuasa sepertinya masih butuh sokongan, belum bisa menerima kenaikan suku bunga. Terbaru, US Census Bureau melaporkan penjualan ritel pada Juli turun 0,6% dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm). Ini menjadi kontraksi pertama sejak Oktober tahun lalu dan menjadi yang terburuk sejak Mei 2025.
Kemudian Universitas Michigan mengumumkan indeks sentimen konsumen periode Agustus berada di 51. Turun lumayan dalam dari posisi Juli yang sebesar 55,2 dan di bawah ekspektasi pasar yang memperkirakan di 54,5.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga tinggi.
(aji)






























