Kemudian, Tencent telah kehilangan hampir 27% dari nilai pasarnya, selanjutnya, Xiaomi Corp. telah kehilangan kilau dari ekspansi suksesnya ke sektor kendaraan listrik, turun lebih dari sepertiga per pekan lalu.
Berdasarkan data hasil kompilasi Bloomberg menunjukkan bahwa bobot sektor perangkat China — termasuk CXMT — sempat melampaui sektor ritel dan software dalam Indeks MSCI China All Shares Net Total Return tahun ini.
Peritel daring seperti Alibaba dan JD.com Inc. mengalami penurunan bobot gabungan dari lebih dari 15% pada 2020 menjadi sekitar 7% pada Agustus, sementara sektor perangkat keras naik dari di bawah 3% enam tahun lalu menjadi lebih dari 12%. Indeks Star50 China yang didominasi perusahaan chip naik sekitar 28% tahun ini, sementara Indeks Hang Seng Tech — yang mencakup Alibaba dan Tencent di antara perusahaan-perusahaan besarnya — turun hampir 15%.
Perbedaan tersebut semakin melebar pada Senin. CXMT naik hingga 11,5% di Shanghai, jauh melampaui kenaikan Tencent dan Alibaba yang masing-masing lebih dari 2% di Hong Kong.
“ ‘Ini tak terhindarkan,’ kata Leonid Mironov, fund manager di Gavekal Capital Ltd. yang berbasis di Hong Kong. ‘Lihat arus kas Tencent — kini sudah negatif, dan sebagian besar mengalir ke perusahaan perangkat seperti CXMT. Dinamika ini juga terjadi di AS. Pada titik tertentu, platform-platform tersebut harus membuktikan bahwa mereka bisa menghasilkan uang dari ini. Sedangkan bagi perusahaan perangkat keras, mereka sudah membuktikannya saat ini.’”
Gejolak yang disulut kecerdasan buatan (AI) memicu lonjakan permintaan yang tak terkendali bagi para pemasok perangkat keras yang dibutuhkan: prosesor dari perusahaan seperti Nvidia Corp., serta memori berkecepatan tinggi dari CXMT, SK Hynix Inc., dan Samsung Electronics Co. Namun, pasar di sisi perangkat software lebih sulit untuk dinavigasi.
Dinamika ini semakin terasa di China, di mana pemerintah berperan sebagai penentu arah bagi berbagai sektor industri — dan telah menetapkan infrastruktur AI serta robotika sebagai prioritas utama untuk dikejar, dikembangkan, dan diperluas.
Presiden China Xi Jinping telah menyerukan terobosan yang mengubah permainan, di tengah persaingan yang semakin sengit antara Tiongkok dan AS untuk supremasi AI. Setidaknya, Beijing berupaya memastikan kemandirian China di bidang-bidang kritis. Bidang-bidang tersebut mencakup software dan pengembang AI seperti Alibaba — namun industri ini masih terjebak dalam perang harga yang mengikis margin keuntungan.
China telah memperkecil kesenjangan di bidang-bidang seperti pengembangan model AI dan chip pemrosesan inferensi, didukung oleh perusahaan unggulan dalam negeri mulai dari DeepSeek hingga Huawei Technologies Co. Namun, Beijing masih membutuhkan lebih banyak pelopor untuk memprakarsai inovasi di bidang-bidang termasuk pembuatan chip canggih untuk pusat data dan AI kognitif untuk generasi berikutnya dari mesin humanoid.
“Perkembangan AI China akan semakin menentukan kepemimpinan di pasar ekuitas dan IPO di Hong Kong serta pasar Tiongkok daratan,” kata analis senior Bloomberg Intelligence, Francis Chan.
“Proyek-proyek IPO didominasi oleh AI, yang menampilkan perusahaan-perusahaan seperti Moonshot AI, Yangtze Memory, Shein, dan Unitree Robotics.”
Unitree diperkirakan akan mulai diperdagangkan di Shanghai paling cepat minggu ini, menguji minat komunitas investor terhadap perangkat AI. CXMT, yang kini telah tiga minggu beroperasi sebagai perusahaan publik, telah naik lebih dari 500% sejak debutnya. Keyakinan terhadap prospek China dalam perlombaan AI semakin meningkat, dan produk-produk baru dari perusahaan seperti Z.AI Co., Alibaba, dan DeepSeek mendukung tesis tersebut.
Namun, sebagian besar taruhan pada kenaikan tersebut tertuju pada penyedia perangkat yang memiliki visibilitas lebih jelas terhadap pendapatan dan laba dalam jangka pendek.
“Jika melihat siklus teknologi, perangkat selalu menjadi yang terdepan sebelum perangkat lunak dapat masuk. Saya cukup yakin bahwa pada suatu saat, pergeseran ke perangkat lunak ini akan kembali,” kata Kelvin Tay, kepala investasi untuk Asia di Pictet Wealth Management.
Secara nyata, saham-saham teknologi terbukti sangat fluktuatif di era AI dan sentimen pasar dapat berubah secara dramatis. Alibaba sendiri telah melalui siklus optimisme dan skeptisisme seputar tingkat pengeluaran AI-nya yang tinggi — yang kadang-kadang dipandang sebagai beban atau fondasi untuk pertumbuhan jangka panjang.
Tren yang lebih jelas untuk saat ini adalah perusahaan-perusahaan yang selaras dengan prioritas Beijing, terutama jika mereka memproduksi perangkat keras yang sulit diperoleh atau mengembangkan aplikasi AI di dunia nyata.
“Penilaian pasar didukung oleh gagasan bahwa kemandirian akan menciptakan pasar potensial yang lebih besar bagi perusahaan-perusahaan tersebut. Dukungan atau dorongan regulasi menjadi faktor pendorong penilaian yang konsisten bagi perusahaan-perusahaan ini,” pungkas Jing Jie Yu, analis Morningstar Inc.
(bbn)
































