Logo Bloomberg Technoz

Adapun Menteri Agama Nasaruddin Umar memperoleh 11%, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian 10,5%, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid 6,1%, serta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto 3%.

Sebagai catatan, dari 100% responden, hanya sekitar 42,8% yang memberikan persepsi. Sisanya, sebanyak 57,2% responden menyatakan tidak tahu sama sekali ketika diminta menilai menteri dengan kinerja yang baik.

Hasil Survei Indonesia Political Opinion Periode Agustus 2026.

Selain memperoleh penilaian tertinggi dalam aspek kinerja, Purbaya juga menjadi menteri dengan tingkat pengenalan publik paling tinggi dalam survei tersebut.

Sebanyak 43,5% responden menyatakan mengetahui nama Purbaya Yudhi Sadewa. Posisi berikutnya ditempati Teddy Indra Wijaya dengan 41%, Bahlil Lahadalia 32,8%, Agus Harimurti Yudhoyono 30,4%, dan Zulkifli Hasan 26,1%.

Kemudian Airlangga Hartarto memperoleh tingkat pengenalan 25,5%, Muhaimin Iskandar 21,9%, Tito Karnavian 12,1%, Fadli Zon 8,7%, Nasaruddin Umar 7,5%, Amran Sulaiman 4,2%, dan Sugiono 1%.

Masih terdapat 56,5% responden yang menyatakan tidak mengetahui satu pun nama menteri yang ditanyakan dalam survei tersebut.

Metode Survei

Indonesia Political Opinion menggunakan metode multistage random sampling dalam survei tersebut. Berdasarkan metode yang dipaparkan IPO, peneliti terlebih dahulu menentukan Primary Sampling Unit (PSU) berupa sejumlah kelurahan atau desa sebagai sampel.

Pada setiap kelurahan atau desa yang menjadi sampel, IPO kemudian memilih secara acak lima rukun tetangga (RT) menggunakan random Kish grid paper. Dari setiap RT dipilih dua keluarga, kemudian dari setiap keluarga dipilih satu responden yang memenuhi syarat.

Responden yang dipilih berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah. Komposisi responden laki-laki dan perempuan dibuat seimbang, masing-masing 50%. IPO juga menggunakan lembar acak dalam setiap proses pemilihan responden untuk mencegah surveyor memilih responden secara subjektif atau purposif.

Survei tersebut menggunakan 1.200 responden dengan tingkat kepercayaan 95% dan margin of error sebesar 2,9%. Ukuran sampel tersebut dihitung menggunakan pendekatan rumus Cochran/Slovin dan kemudian dibulatkan ke atas menjadi 1.200 responden.

Dari sisi karakteristik responden, komposisi berdasarkan jenis kelamin terdiri dari 50% laki-laki dan 50% perempuan. Berdasarkan kelompok usia, Gen Z mencakup 20%, milenial 33%, Gen X 22%, dan boomer 25%.

Berdasarkan tempat tinggal, sebanyak 59% responden berasal dari wilayah desa dan 41% dari kota. Dari sisi pendidikan, 32% responden berpendidikan sekolah dasar, 49% sekolah menengah, 12% perguruan tinggi, dan 7% kategori lainnya.

Dari sisi agama, 87% responden beragama Islam, 6% Kristen, 5% Katolik, dan 2% lainnya. Sementara berdasarkan kelompok etnis, responden terdiri dari Jawa 40,5%, Sunda 18,8%, Madura 3,5%, Batak 2,7%, Bugis 2,5%, Melayu 2,1%, Minang 1,9%, Aceh 1,1%, Tionghoa 0,9%, dan kelompok lainnya 26%.

Sebaran Responden

Survei Indonesia Political Opinion juga mencakup responden dari seluruh wilayah Indonesia. Di Pulau Jawa, Jawa Barat menjadi wilayah dengan proporsi responden terbesar sebesar 18,5%, disusul Jawa Tengah 16,9% dan Jawa Timur 15,5%. DKI Jakarta mencakup 4,5%, Banten 4,1%, dan Daerah Istimewa Yogyakarta 1,4%.

Di Sumatera, responden berasal dari Sumatera Utara 4,6%, Lampung 3,1%, Sumatera Selatan 2,3%, Riau 2,1%, Aceh 1,9%, Sumatera Barat 1,7%, Jambi 1,5%, Bengkulu 1%, Kepulauan Bangka Belitung 0,6%, dan Kepulauan Riau 0,6%.

Untuk wilayah Bali dan Nusa Tenggara, Bali mencakup 1,5%, Nusa Tenggara Barat 1,7%, dan Nusa Tenggara Timur 2,1%.

Di Kalimantan, sebaran responden terdiri dari Kalimantan Barat 1,8%, Kalimantan Selatan 1,4%, Kalimantan Timur 1,2%, Kalimantan Tengah 1%, dan Kalimantan Utara 0,2%.

Sementara di Sulawesi, responden berasal dari Sulawesi Selatan 1,8%, Sulawesi Tengah 1,2%, Sulawesi Tenggara 1%, Sulawesi Utara 0,5%, serta Sulawesi Barat dan Gorontalo masing-masing 0,4%.

Adapun wilayah Maluku mencakup 0,7%, Maluku Utara 0,4%. Di Papua, sebarannya meliputi Papua 0,4%, Papua Barat 0,2%, Papua Barat Daya 0,2%, Papua Selatan 0,2%, Papua Tengah 0,5%, dan Papua Pegunungan 0,9%.

(dhf)

No more pages