Ukraina telah melakukan serangan hampir setiap hari terhadap infrastruktur energi dan pelabuhan Rusia dalam upaya untuk mengurangi pendapatan ekspor komoditas Kremlin serta kemampuannya dalam memasok produk minyak ke pasar domestik.
Serangan terhadap kilang minyak memicu kelangkaan bensin di seluruh negeri dan memaksa pemerintah di Moskwa untuk memberlakukan larangan sementara terhadap ekspor sebagian besar bensin, solar, dan bahan bakar jet.
Meski pasokan domestik membaik pada paruh kedua Juli di tengah jeda singkat dalam serangan terhadap kilang, dimulainya kembali serangan bulan ini kembali menekan industri pengolahan minyak Rusia, sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya gelombang baru pembatasan bahan bakar.
Serangan terhadap pelabuhan-pelabuhan Rusia di Laut Hitam dan Laut Azov, termasuk Novorossiysk awal pekan ini, mengganggu ekspor gandum regional negara tersebut.
Sebanyak 54 drone ditembak jatuh di wilayah Leningrad semalam, di mana serangan tersebut memicu kebakaran di pelabuhan Ust-Luga, kata Gubernur setempat Alexander Drozdenko dalam pernyataan di Telegram pada Jumat pagi.
"Segala dampak akibat serangan di pelabuhan Ust-Luga telah ditangani, dan tidak ada korban jiwa," ujar Drozdenko kemudian dalam pernyataan terpisah. Ia tidak merinci fasilitas mana saja yang terkena serangan.
Rusia juga secara rutin menyerang pelabuhan-pelabuhan utama Ukraina di Laut Hitam. Hal ini mengancam ekspor gandum, yang merupakan sumber pendapatan ekspor terbesar Kyiv.
Pasukan Rusia juga secara rutin menyerang kota-kota besar Ukraina, sehingga Kyiv kini mencari pasokan tambahan untuk sistem Patriot buatan AS—sistem pertahanan paling andal yang dimilikinya untuk menangkal rudal balistik Rusia.
(bbn)






























