Logo Bloomberg Technoz

“Kita meminta tim Danantara Investment Management untuk segera mengajukan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi oleh BUMN dan BUMD,” katanya.

Kamrussamad juga memberkan sejumlah upaya untuk memperbaiki beberapa permasalahan yang menghambat pertumbuhan ekonomi Indonesia. Yang pertama adalah mengenai koordinasi lintas sektor khususnya antara kementerian koordinator dan kementerian teknis.

Menurutnya, implementasi koordinasi ini masih harus terus diperbaiki supaya nantinya pelaksanaan program pemerintah bisa benar-benar tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat manfaat untuk masyarakat.

Selanjutnya, Ia juga memberi catatan terhadap komunikasi pemerintah yang menurutnya masih bisa ditingkatkan sehingga ketidakpastian di masyarakat bisa dihindari.

“Sehingga arah kebijakan pemerintah dirasa itu betul-betul pro-growth (pertumbuhan), kemudian pro-jobs, dan juga pro-business untuk mendorong dunia usaha,” katanya.

Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas

Kamrussamad membeberkan juga terkait dengan permasalahan yang perlu diperhatikan dalam kaitannya dengan perekonomian Indonesia saat ini. Menurutnya pertumbuhan ekonomi Indonesia juga harus memiliki kualitas.

“Pertama adalah pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. Setiap pertumbuhan ekonomi 1% haruslah menciptakan berapa lapangan kerja. Berdasarkan rumus para ahli ekonomi, para ekonom mengatakan, pertumbuhan ekonomi 1% membuka 900.000 lebih lapangan kerja baru,” katanya.

Kemudian terkait dengan implementasi dari hilirisasi yang memperoleh dukungan dari masyarakat sehingga kehadiran Danantara dapat mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

“Karena selama ini kita mengandalkan APBN dan investasi baik dari luar negeri maupun dari dalam. Dengan adanya Danantara sebagai sovereign wealth fund, kita harapkan bisa menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas,” katanya.

(ell)

No more pages