Sebelum menjabat sebagai Deputi Gubernur BI, Aida menjabat sebagai Asisten Gubernur yang membawahi kebijakan strategis sektor moneter, bauran kebijakan BI dan sinergi dengan bauran kebijakan nasional periode 2020-2022.
Melansir laman resmi BI, Aida merupakan lulusan Sosial-Ekonomi Pertanian Agribisnis IPB University pada tahun 1987 dan melanjutkan pendidikannya di University of Southern California dan mendapatkan gelar Master di bidang Economics pada tahun 1996.
Setelah itu, Aida kembali melanjutkan pendidikannya di Claremont Graduate University dan mendapat gelar Phd di bidang Ekonomi pada tahun 2001. Pada periode ini, Aida memulai karirnya di BI tepatnya pada tahun 1991.
Sebelum menjabat sebagai Deputi Gubernur BI, Aida sempat menjabat sebagai Asisten Gubernur yang membawahi Kebijakan Strategis Sektor Moneter, Bauran Kebijakan BI, dan sinergi dengan bauran kebijakan nasional periode 2020-2022.
Jauh sebelum itu, Aida sempat menjabat sebagai Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter periode 2018 dan juga Kepala Departemen Internasional periode 2014-2018.
Sejak berkarier di BI, Aida telah memiliki pengalaman baik di kancah internasional maupun nasional. Pada tahun 2010-2012, Aida bertindak sebagai perwakilan dari 13 negara yang bergabung dalam kantor SEAVG guna menyuarakan aspirasi dan kepentingan di IMF.
Aida juga berpengalaman mewakili BI dalam working group untuk perumusan kebijakan internasional baik bilateral, regional, maupun multilateral.
Di kancah nasional, Aida memiliki pengalaman dalam penyusunan strategi nasional pengembangan sektor industri dan pariwisata, pengembangan ISEF, Financial Safety Net dan penggunaan mata uang regional, serta strategi peningkatan Rating Indonesia.
Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat memberikan kisi-kisi mengenai daftar pejabat Bank Indonesia yang diajukan Presiden Prabowo Subianto. Dalam Surat Presiden (Surpres), Prabowo tak hanya mengajukan Destry Damayanti sebagai calon Gubernur Bank Indonesia untuk menggantikan Perry Warjiyo.
Dalam surat tersebut, presiden kabarnya juga mencantumkan nama-nama yang akan mengisi kekosongan kursi petinggi Bank Indonesia. Setidaknya adalah dua jabatan lain yang juga akan diisi nama baru yaitu posisi Deputi Gubernur Senior BI yang ditinggalkan Destry; serta satu posisi Deputi Gubernur.
"Dari internal semua," ujar Anggota Komisi XI DPR Harris Turino saat dihubungi, Selasa (11/08/2026).
(lav)






























