Logo Bloomberg Technoz

Di sisi lain, komoditas beras juga mengalami kenaikan harga. Beras kualitas bawah I dan II kini berada dirata-rata harga nasional Rp15.600 per kg dan Rp15.350 per kg. Begitupun beras kualitas medium yang naik Rp500 menjadi Rp16.950 per kg. 

Beras kualitas super I dan beras kualitas super II juga naik harga hingga Rp250 dan Rp300 menjadi Rp17.950 per kg serta Rp17.500 per kg.

Pada bagian protein hewani, daging ayam ras segar naik harga menjadi Rp41.050 per kg atau naik Rp1.000. Daging sapi kualitas 2 juga naik harga hingga Rp1.600 menjadi Rp143.750 per kg, dan telur ayam ras segar juga naik secara rata-rata nasional menjadi Rp29.650 per kg. 

Untuk komoditas seperti gula pasir dan minyak juga turut mengalami kenaikan harga. Gula pasir kualitas premoum dan gula pasir lokal naik harga hingga Rp21.550 per kg dan Rp19.200 per kg atau naik masing-masing Rp1.200 dan Rp100. 

Adapun minyak goreng kemasan bermerk 1 dan bermerk 2 juga naik harga secara rata-rata nasional menjadi Rp26.300 per kg dan Rp25.200. Tak luput juga minyak goreng curah yang naik harga hingga Rp750 menjadi Rp21.200 per kg. 

Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Pangan Nasional (Bapanas) Kelik Budiana mengatakan berbagai langkah antisipasi terus dilakukan untuk menjaga stabilitas harga pangan sepanjang 2026.

“Sebagai antisipasi, aksi Badan Pangan Nasional untuk menjaga stabilitas harga pangan di tahun 2026 terus dilakukan. Per 8 Agustus 2026, realisasi SPHP beras telah mencapai 73,71 persen atau 610,3 ribu ton,” ujar Kelik dalam keterangan tertulis, Rabu (12/8/2026).

Penguatan stabilitas pangan juga diwujudkan melalui bantuan pangan bagi masyarakat. Pada Februari dan Maret 2026, setiap keluarga penerima manfaat (KPM) memperoleh 10 kilogram beras dan dua liter minyak goreng per bulan. Program tersebut menjangkau 33,2 juta KPM, dengan realisasi hingga 30 Juni 2026 mencapai 664,8 juta kilogram beras dan 132,7 juta liter minyak goreng atau 99,70 persen.

“Bantuan pangan ini dilanjutkan selama tiga bulan untuk periode Juli sampai september 2026 berdasarkan Rakortas Kemenko Pangan tanggal 9 Juni 2026, kepada penerima desil 1 sampai 4,” kata Kelik.

Sementara, untuk menjaga harga jagung dan telur di tingkat peternak, SPHP jagung telah disalurkan kepada peternak telur ayam ras. Hingga 8 Agustus 2026, realisasi penyalurannya telah mencapai 110.573 ton atau 45,93 persen dari target 213.200 ton.

“Dalam rangka stabilisasi harga jagung dan telur di tingkat peternak, Badan Pangan Nasional telah menyalurkan SPHP jagung pada peternak telur ayam ras. Penyaluran SPHP jagung ini dalam rangka stabilisasi harga telur dan daging ayam ras,” ujar Kelik.

(prc/ell)

No more pages