Logo Bloomberg Technoz

Menurut Fawad Razaqzada, Analis Forex.com, aksi beli sedang melanda emas akibat harga yang sudah menembus batas indikator teknikal tren jangka panjang. “Pergerakan menuju Moving Average (MA) 100 lebih mendorong pembelian oleh mesin perdagangan otomatis,” ujarnya, sebagaimana diwartakan Bloomberg News.

Ke depan, arah pergerakan harga emas akan ditopang oleh rilis data ekonomi, terutama di Amerika Serikat (AS). Sebab, data tersebut bisa menentukan nasib kebijakan moneter oleh bank sentral Federal Reserve.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga tinggi.

“Pelaku pasar akan berfokus kepada data inflasi dan indeks harga produsen di AS yang akan dirilis pekan ini. Data tersebut menjadi krusial untuk menentukan ekspektasi arah kebijakan moneter dan harga emas,” kata Manav Modi, Analis Komoditas di Motilal Oswal Financial Services Ltd, juga dikutip dari Bloomberg News.

(aji)

No more pages