Ancaman ini menunjukkan bahwa perangkat iOS yang selama ini dikenal sangat aman tetap memiliki titik lemah jika tidak diperbarui secara berkala. Para peretas terus mencari celah baru untuk menyusupkan kode berbahaya ke dalam sistem.
Peneliti utama di Lookout, Justin Albrecht, memberikan penjelasan mengenai tingkat bahaya dari eksploitasi sistem yang sedang terjadi saat ini. Menurutnya, temuan ini menandakan peningkatan ancaman yang cukup serius bagi ranah keamanan seluler.
"Sekarang ada jalur eksploitasi terbaru yang terverifikasi, jatuh ke tangan entitas yang berpotensi kriminal dengan fokus keamanan," kata peneliti utama di Lookout, Justin Albrecht, dikutip dari Reuters, Minggu (2/8/2026).
Ancaman Darksword diketahui tidak disebarkan secara acak, melainkan memiliki target wilayah operasional yang sangat spesifik. Laporan Google menyebutkan bahwa malware ini menyasar pengguna di negara Arab Saudi, Turki, Malaysia, dan Ukraina.
Untuk wilayah Malaysia dan Turki, aktivitas serangan diduga kuat berkaitan dengan vendor pengawasan komersial asal Turki bernama PARS Defense. Meski demikian, pihak perusahaan PARS Defense belum memberikan respons atau tanggapan resmi mengenai keterkaitan tersebut.
Penyebaran ancaman ini diduga memanfaatkan situs web tertentu sebagai media perangkap untuk menjaring para korban. Pengguna yang secara tidak sengaja mengunjungi salah satu dari puluhan situs web Ukraina yang berbahaya rentan langsung terinfeksi.
Ancaman Celah Keamanan iOS dan Langkah Perlindungan
Berdasarkan hasil penelusuran mendalam dari peneliti iVerify dan Lookout, malware Darksword mengincar versi sistem operasi tertentu. Perangkat yang diidentifikasi rentan terhadap serangan ini adalah iPhone yang masih menjalankan sistem iOS 18.4 hingga versi 18.6.2.
Meskipun belum diketahui secara pasti berapa jumlah total unit yang telah mengalami kerugian akibat serangan ini, potensinya diperkirakan sangat besar. Hal ini disebabkan oleh masih banyaknya pengguna yang enggan memperbarui versi iOS mereka.
Data gabungan dari iVerify dan Lookout menunjukkan estimasi angka yang cukup mengejutkan. Diperkirakan terdapat sekitar 220 juta hingga 270 juta unit iPhone di seluruh dunia yang masih menggunakan versi iOS rentan tersebut.
Kondisi ini memperbesar risiko terjadinya penyebaran infeksi secara masif jika pengguna tidak segera mengambil tindakan pencegahan. Keterlambatan dalam melakukan pembaruan perangkat lunak menjadi pintu masuk utama bagi para peretas.
Menanggapi keprihatinan yang meluas di kalangan pengguna, pihak Apple memberikan klarifikasi resmi mengenai situasi keamanan terkini. Perusahaan yang berbasis di Cupertino tersebut menegaskan bahwa akar permasalahan terletak pada perangkat lunak yang belum diperbarui.
Juru bicara Apple menyatakan bahwa celah keamanan tersebut sebenarnya sudah berhasil diatasi pada versi pembaruan sistem operasi paling gres. Oleh sebab itu, melakukan pembaruan adalah langkah krusial yang tidak boleh ditunda oleh pengguna.
"Memperbarui perangkat lunak tetap jadi yang terpenting yang bisa dilakukan pengguna menjaga keamanan tinggi perangkat Apple," kata juru bicara Apple.
Untuk menghentikan dan menghindari ancaman malware Darksword maupun Coruna, langkah paling efektif adalah memperbarui versi iOS. Pengguna sangat disarankan untuk segera masuk ke menu Pengaturan pada perangkat iPhone masing-masing.
Selanjutnya, pilih menu Umum lalu tekan opsi Pembaruan Perangkat Lunak untuk memeriksa ketersediaan versi iOS paling baru. Mengunduh dan memasang pembaruan terkini akan langsung menutup celah keamanan yang dieksploitasi oleh malware tersebut.
Selain memperbarui sistem operasi, pengguna juga diimbau untuk selalu waspada saat menjelajahi internet. Hindari mengklik tautan tidak dikenal atau mengunjungi situs web mencurigakan yang berpotensi menyebarkan perangkat lunak berbahaya.
Dengan menjaga sistem tetap mutakhir dan menerapkan kebiasaan berinternet yang aman, risiko infeksi dapat ditekan hingga tingkat minimal. Keamanan data pribadi sepenuhnya berada di tangan pengguna melalui tindakan pencegahan yang tepat dan cepat.
(seo)

































