Laporan itu menyebut kematangan teknologi tersebut justru menjadi momentum ideal bagi Apple untuk masuk ke pasar. Kehadiran perangkat lipat dari Apple itu diperkirakan dapat menjadi katalis yang mendorong adopsi ponsel lipat secara lebih luas.
Meski demikian, pasar foldable masih tergolong kecil, dimana data terakhir menyebbut perangkat lipat hanya menyumbang sekitar 1,6% dari total pasar smartphone global pada 2025. Namun, sejumlah analis memperkirakan Apple dapat langsung menguasai sekitar sepertiga nilai pasar foldable pada tahun pertama penjualannya berkat basis pengguna iPhone yang besar.
Rumor Spesifikasi iPhone Ultra Terkini
Berdasarkan informasi terkini, iPhone Ultra diperkirakan mengusung layar lipat utama berukuran 7,8 inci dan layar luar sekitar 5,4 inci dengan desain lipatan bergaya buku (book-style).
Perangkat itu juga disebut akan dibekali chip A20 berbasis proses 2 nanometer, RAM 12 GB, bodi titanium-aluminium, serta sistem Touch ID di tombol samping menggantikan Face ID. Harga jualnya diperkirakan berada di kisaran US$2.400 hingga US$2.500, menjadikannya iPhone termahal yang pernah dipasarkan Apple.
Masuknya Apple memunculkan pertanyaan apakah era smartphone berdesain candybar akan segera berakhir. Namun, sejumlah pengamat menilai hal itu masih jauh dari kenyataan.
Selain harga perangkat lipat yang masih jauh lebih mahal dibanding flagship konvensional, mayoritas penjualan smartphone global hingga kini masih berasal dari model candybar.
Foldable diperkirakan akan menjadi lini ultra-premium, sementara iPhone reguler tetap menjadi tulang punggung penjualan Apple, serupa dengan strategi Samsung yang mempertahankan seri Galaxy S di samping lini Galaxy Z Fold dan Z Flip.
(fik/wep)































