Menurut The Washington Post, Trump meluapkan kekesalannya kepada Hegseth di sela-sela rapat kabinet pekan lalu. Trump disebut mengatakan dirinya telah mendapat informasi yang menyesatkan mengenai kekurangan amunisi. Mengutip seorang sumber, surat kabar tersebut melaporkan bahwa kelangkaan rudal utama dan sistem pertahanan udara menjadi salah satu alasan Trump membatalkan serangan terhadap Iran dalam beberapa hari terakhir.
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengkritik laporan tersebut dan mengatakan insiden itu tidak pernah terjadi.
Trump sebelumnya juga menepis kekhawatiran mengenai persediaan senjata. Pekan lalu, dia mengatakan kepada The Wall Street Journal bahwa AS memiliki “jauh lebih banyak amunisi dibandingkan negara mana pun di dunia.”
Berdasarkan dokumen yang diserahkan kepada Kongres, permintaan Pentagon sebesar US$67 miliar untuk pendanaan darurat pada tahun fiskal ini mencakup US$18,2 miliar untuk mengganti pencegat Patriot tercanggih milik AS, rudal Tomahawk Angkatan Laut, serta pencegat ketinggian tinggi milik Angkatan Darat yang dikenal sebagai Thaad. Permintaan tersebut menegaskan kekhawatiran mengenai persediaan senjata ketika militer AS menyerang Iran sekaligus menangkis serangan drone dan rudal Iran terhadap pangkalan-pangkalan Amerika di kawasan tersebut.
Analisis awal memperkirakan persediaan pencegat Patriot AS telah turun sekitar 55% dibandingkan tingkat sebelum konflik. Berdasarkan angka terbaru hingga akhir Juli yang memperhitungkan pertempuran lanjutan dengan Iran, penurunan tersebut mencapai sekitar 65%, menurut analisis Center for Strategic and International Studies, lembaga riset kebijakan bipartisan.
(bbn)





























