Apple menyebut pengembangan fitur tersebut membutuhkan upaya rekayasa perangkat lunak yang signifikan. Perusahaan memperkirakan pengerjaan baru akan selesai pada musim gugur 2027, sebelum dirilis lebih dulu dalam versi beta untuk pengembang. Apabila jadwal tersebut tidak berubah, fitur itu kemungkinan baru tersedia bagi pengguna umum pada akhir 2027 atau awal 2028.
Berdasarkan rencana yang diungkap Apple, fitur tersebut kemungkinan hanya tersedia bagi pengguna iPhone dan Windows di Uni Eropa. Meski demikian, Apple masih membuka kemungkinan menghadirkannya secara global di kemudian hari.
Rencana tersebut menjadi bagian dari serangkaian perubahan yang dilakukan Apple untuk memenuhi kewajiban DMA.
Sebelumnya, perusahaan telah membuka akses terhadap toko aplikasi alternatif, metode pembayaran pihak ketiga, serta mekanisme interoperabilitas bagi pengembang di kawasan Uni Eropa. Apple berulang kali menyatakan perubahan tersebut membutuhkan pekerjaan teknis yang kompleks dan berpotensi menghadirkan tantangan baru terkait privasi serta keamanan pengguna.
(fik/wep)
































