Logo Bloomberg Technoz

Rupiah Dibuka Menguat ke Bawah Rp18.000/US$

Tim Riset Bloomberg Technoz
05 August 2026 09:14

Pengunjung menukarkan mata uang dolar AS dan rupiah di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pengunjung menukarkan mata uang dolar AS dan rupiah di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026) (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah membuka perdagangan dengan penguatan terbatas, bersama dengan terhembusnya angin optimisme perdamaian dari Selat Hormuz, seiring adanya prospek kesepakatan sementara yang terfokus pada pembukaan jalur itu. 

Pada perdagangan Rabu (5/8/2026), rupiah menguat 0,18% ke Rp17.991/US$, setelah kemarin menutup hari dengan pelemahan 0,23%. Tak lama berselang, rupiah meneguhkan penguatannya 0,3% ke Rp17.969/US$. 

Penguatan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang bergerak di zona hijau. Baht Thailand menguat paling tajam 0,53%, disusul peso Filipina, dolar Taiwan, won Korea Selatan, ringgit Malaysia, dan yen Jepang. 

Mata uang Asia menguat, sejalan dengan prospek perdamaian AS-Iran. (Bloomberg)

Optimisme di pasar keuangan kawasan tertopang oleh meredanya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, dengan ekspektasi terbuka kembalinya Selat Hormuz seiring adanya sinyal damai. Qatar mengatakan proposal telah disusun, sementara pejabat AS dan Iran sama-sama menyuarakan harapan tercapainya kesepakatan untuk

Optimisme itu membuat harga minyak turun 0,84% ke US$78,69/US$, melanjutkan pemangkasan yang terjadi kemarin sebesar 5,26%. Terpangkasnya harga minyak juga membuat indeks dolar AS ikut melandai ke 99,85.