Logo Bloomberg Technoz

Di sisi lain, kabar dari pasar ketenagakerjaan di AS yang tidak terlalu mengecewakan menopang pergerakan pasar hari ini. Lowongan pekerjaan di AS tercatat menurun pada Juni, tetapi aktivitas perekrutan sedikit meningkat. Kondisi ini menunjukkan permintaan tenaga kerja yang relatif stabil menjelang musim panas.

Penurunan lowongan pekerjaan didorong oleh berkurangnya posisi di sektor kesehatan, rekreasi dan perhotelan, perdagangan grosir, serta jasa bisnis.

Sebaliknya, lowongan di sektor transportasi dan pergudangan meningkat, sementara posisi di pemerintahan federal naik ke level tertinggi sejak akhir 2024. Meski begitu, pelaku pasar tetap mencermati dan masih bersikap hati-hati terhadap arah suku bunga The Fed. 

Bagi rupiah, meredanya sentimen eksternal yang kondusif memberi ruang penguatan dalam jangka pendek meski sejumlah indikator ekonomi domestik masih menunjukkan data yang kurang menggembirakan, dan berpotensi kembali menahan penguatan rupiah hingga berpotensi kembali ke kisaran Rp18.000-an/US$. 

Pertumbuhan ekonomi domestik pada kuartal kedua tahun ini yang akan diumumkan hari ini diramal melambat menjadi 5,1% setelah sempat menguat pada kuartal pertama di 5,61%. 

Di samping itu, data perdagangan luar negeri masih tercatat defisit. Meski membaik dengan defisit menjadi US$450 juta dari posisi sebelumnya US$1,61 miliar, defisit neraca migas justru tercatat melebar hingga mencapai US$15,77 miliar.

Defisit itu menggerus hampir seluruh surplus non-migas sebesar US$19,35 miliar. Akhirnya membuat surplus perdagangan nasional menyusut menjadi hanya US$3,58 miliar.

Dengan kata lain, kekuatan sektor manufaktur, pertanian, dan komoditas nonmigas nyaris habis digunakan untuk menutup tingginya tagihan impor energi. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bertambah melebarnya defisit neraca migas.

Namun, turunnya tensi ketegangan dan membuat ekspektasi harga minyak kembali terpangkas hari ini, ikut meredakan kekhawatiran tersebut, setidaknya dalam dalam jangka pendek. 

(dsp/aji)

No more pages