Logo Bloomberg Technoz

Upaya menuju perdamaian di Timur Tengah membuat harga minyak anjlok. Kemarin, harga minyak jenis brent melorot 5,26% ke US$ 79,36/barel.

Apabila harga energi bisa lebih terkendali, maka dunia bisa terhindar dari ancaman inflasi tinggi. Bank sentral di berbagai negara pun menjadi bisa lebih menahan diri, belum perlu menaikkan suku bunga acuan secara agresif.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga tinggi.

Harga Emas di Pasar Spot (Sumber: Bloomberg)

Analisis Teknikal

Lantas bagaimana prediksi gerak harga emas untuk hari ini, Rabu (5/8/2026)? Apakah akan ada kenaikan tiga hari berturut-turut?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih tersangkut di zona bearish. Tercermin dengan Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 48.

RSI di bawah 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bearish. Namun RSI emas belum jauh dari 50 sehingga bisa dibilang cenderung netral.

Sedangkan indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 76. Menghuni area beli (long) yang lumayan kuat, bahkan hampir jenuh (overbought).

Untuk perdagangan hari ini, harga emas beresiko turun meski rasanya dalam rentang terbatas. Cermati pivot point di US$ 4.074/troy ons.

Dari situ, harga emas kemungkinan akan menguji Moving Average (MA) 5 di US$ 4.069/troy ons. Support lanjutan ada di US$ 4.062-4.059/troy ons.

Target paling pesimistis ada di US$ 3.977/troy ons.

Namun andai harga emas masih kuat menanjak, maka US$ 4.078/troy ons sepertinya bisa menjadi target resisten terdekat. Penembusan di titik ini berpotensi mengantar harga ke level US$ 4.098-4.121/troy ons.

Target paling optimistis ada di US$ 4.169/troy ons.

(aji)

No more pages