Sebagaimana diketahui, persoalan motor listrik ini sendiri bergulir usai Presiden Prabowo Subianto menyampaikan hal tersebut dalam acara Panen Raya TNI dalam Mendukung Program Ketahanan Pangan di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/6/2026).
Dalam agenda tersebut, Prabowo mengungkapkan Indonesia sebentar lagi akan memiliki motor listrik sendiri atau produksi motor listrik buatan anak Indonesia.
Di sisi lain, lewat Chief Technology Officer (CTO) BPI Danantara Sigit Puji Santosa ia memastikan bahwa peluncuran motor listrik nasional yang akan dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto merupakan desain insinyur dalam negeri dan merupakan merek baru.
Namun, ia masih enggan mengungkapkan identitas merek ataupun perusahaan yang akan memproduksi motor listrik ini, dan hanya mengatakan bahwa pengumuman resmi akan dilakukan pada 13 Agustus mendatang.
"Nanti akan ada merek baru dan desainnya by Indonesian engineers, desain dari kita. Desain dan production dari kita," kata Sigit ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (22/7/2026).
Bahkan saat ditanya apakah produksi motor listrik nasional tersebut akan melibatkan PT Pindad (Persero), Sigit membantahnya. Menurut dia, Pindad akan difokuskan untuk pengembangan kendaraan roda empat.
Di sisi lain, pemerintah mulai memberikan sinyal mengenai ekosistem yang akan menopang motor listrik nasional.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendorong agar kendaraan tersebut menggunakan baterai berbasis nikel produksi dalam negeri yang dipasok oleh perusahaan patungan Indonesia Battery Corporation (IBC) dan konsorsium Contemporary Amperex Technology Co Ltd (CATL).
Meski begitu, Bahlil menjelaskan nilai keekonomian nikel masih perlu dilihat lagi. Pihaknya juga mesti melakukan penyesuaian terhadap komponen nikel agar harga lebih ekonomis.
"Tapi kita lihat tingkat keekonomiannya, tapi kami yakin bahwa tingkat keekonomian nikel Indonesia itu akan jauh lebih kompetitif. Dan kita akan melakukan beberapa langkah-langkah penyesuaian terhadap komponen-komponen dalam harga supaya lebih ekonomis. Ya, begitu ya," bebernya.
Dukungan pemerintah juga diperkirakan akan datang melalui kebijakan fiskal. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan insentif kendaraan listrik, termasuk motor listrik, tetap akan diberikan lewat paket stimulus ekonomi dalam waktu dekat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada semester II-2026.
"Kita akan lihat, mungkin seminggu dua minggu lagi [diumumkan]," kata Purbaya, ditemui usai konferensi pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Senin (3/8/2026). "Kalau enggak salah akan diumumkan stimulus untuk mobil dan motor listrik. Nanti Bapak Presiden yang mengumumkan."
(ain)
































