Produsen umumnya telah merancang suspensi, pegas, shock absorber, hingga struktur sasis agar mampu menopang bobot baterai sekaligus menjaga kenyamanan dan kestabilan kendaraan.
Cara Berkendara Lebih Berpengaruh
Kecepatan melewati jalan berlubang, kebiasaan menghantam polisi tidur, membawa muatan berlebih, hingga kondisi jalan yang sering dilalui justru menjadi faktor yang lebih besar dalam menentukan usia pakai komponen kaki-kaki.
Penggunaan yang wajar dan perawatan rutin dapat membantu menjaga komponen tetap awet.
Ban Juga Menjadi Faktor Penting
Karena bobot kendaraan lebih besar, ban mobil listrik berpotensi mengalami keausan lebih cepat apabila tekanan angin tidak dijaga sesuai rekomendasi pabrikan.
Pemeriksaan tekanan ban dan rotasi ban secara berkala menjadi bagian penting dalam perawatan kendaraan listrik.
Lakukan Pemeriksaan Berkala
Pemilik mobil listrik disarankan melakukan inspeksi rutin terhadap suspensi, bushing, tie rod, ball joint, hingga shock absorber sesuai jadwal servis.
Pemeriksaan dini dapat membantu mendeteksi keausan sebelum berkembang menjadi kerusakan yang lebih serius.
Tidak Selalu Lebih Cepat Rusak
Kaki-kaki mobil listrik tidak otomatis lebih cepat rusak dibandingkan mobil konvensional. Selama kendaraan dirancang sesuai standar, digunakan secara wajar, serta mendapatkan perawatan berkala, usia pakai komponen kaki-kaki dapat tetap optimal.
Dengan kata lain, gaya berkendara, kondisi jalan, serta kedisiplinan dalam melakukan perawatan memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan sekadar bobot kendaraan itu sendiri.
(seo)































