“Nilai ekspor non-migas ke Amerika Serikat tercatat sebesar US$15,82 miliar terutama didominasi oleh mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya atau HS85 dengan share sebesar 7,24% dan turun 10,67% secara cummulative-to cummulative,” tutur dia.
Sementara itu ekspor alas kaki ke Negeri Paman Sam sepanjang Januari hingga Juni 2026 tercatat sebesar US$ 1.424 juta dengan kontribusi sebesar 4,12% terhadap total ekspor.
Ekspor pakaian dan aksesorisnya (rajutan) ke Amerika Serikat tercatat sebesar US$1,3 miliar atau memberikan kontribusi 3,98% terhadap total ekspor tanah air ke negara tersebut.
“Nilai ekspor non-migas ke India tercatat US$9,25 miliar terutama didominasi oleh bahan bakar mineral atau HS27 dengan sharenya 32,87% dan naik 2,48% secara C to C-nya,” ujar Ateng.
Sementara itu, ekspor lemak dan minyak hewani/nabati ke India tercatat sebesar US$1,60 miliar, atau sebesar 17,34% dari tota ekspor non-migas RI ke India. Sementara itu ekspor mesin, perlengkapan elektrik dan bagiannya tercatat sebesar US$959 miliar, atau berkontribusi sebesar 10,37% terhadap total ekspor RI ke India.
Secara keseluruhan, BPS mencatat kinerja ekspor pada Juni 2026 sebesar US$25,46 miliar. Kinerja ekspor tersebut tercatat meningkat 8,84% year on year (yoy) bila dibandingkan periode sama tahun lalu.
(lav)
































