Logo Bloomberg Technoz

Menurutnya, keputusan tersebut diambil oleh manajemen setempat tanpa arahan dari pemegang saham maupun kantor pusat.

"Itu kebijakan manajemen lokal dan akan segera dibongkar," kata Alexander. 

Menteri PKP Temui Pemilik Lippo Group dan Pakuwon

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait disebut telah berkomunikasi langsung dengan Alexander Tedja terkait isu tersebut. Menurut Ara (sapaan akrab Maruarar), kedua belah pihak memastikan pagar seperti di Kokas akan dibongkar dan penataan properti lainnya akan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.

"Yang harus dibangun adalah optimisme. Faktanya, situasi keamanan kondusif, aktivitas ekonomi berjalan normal, pusat-pusat perbelanjaan ramai dikunjungi, bahkan permintaan ruang usaha terus meningkat. Tidak ada alasan untuk membangun persepsi seolah-olah kondisi keamanan memburuk," tegas Ara. 

Sementara itu, James menilai tidak ada alasan bagi masyarakat untuk khawatir terhadap kondisi ekonomi maupun sosial. Menurutnya, stabilitas harga BBM bersubsidi, LPG 3 kilogram, dan tarif listrik rumah tangga turut menjaga daya beli masyarakat.

Ia juga menyebut industri pusat perbelanjaan saat ini masih menunjukkan kinerja positif. Permintaan ruang usaha dari tenant bahkan disebut lebih tinggi dibandingkan ketersediaan ruang, sehingga Lippo Group terus melanjutkan ekspansi jaringan malnya.

Saat ini grup tersebut mengelola 71 mal dan 35 shopping center,  total 106 pusat perbelanjaan, yang tersebar di lebih dari 29 kota di Indonesia. Menurut James, pangsa  mal dan shopping center Lippo  sekitar 25% dari total ruang ritel modern di Indonesia.

"Kami terus membuka pusat perbelanjaan baru karena permintaan sangat tinggi. Kalau situasi tidak aman, tentu para tenant tidak akan berlomba membuka toko," tegas James. 

Sebelumnya, kalangan pengusaha hingga pemerintah mulai buka suara mengenai kabar yang beredar di sosial media bahwa sejumlah mal tiba-tiba memasang pagar tinggi dalam waktu yang serentak, yakni menjelang Agustus 2026. Narasi yang beredar di media sosial adalah pemasangan pagar itu setidaknya dilakukan di Surabaya hingga Jakarta. 

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani mengaku belum melakukan pembicaraan dengan pemilik mal yang memasang pagar tinggi tersebut. Dia memandang hal tersebut dilakukan karena alasan keamanan dan bentuk kehati-hatian. 

Meski demikian, pelaku usaha secara umum tidak memandang ada yang perlu dikhawatirkan mengenai situasi Indonesia terkini. Terlebih, Shinta memandang setiap pemilik mal tentu memiliki pertimbangan sendiri dalam memasang pagar tersebut. 

“Ini juga tidak terjadi di semua mal, cuma satu mal, dan itu mungkin ada alasannya kenapa di situ dipagari. Nanti kami mungkin akan cek, tetapi kita sih tidak ada kekhawatiran bahwa semua harus memagari atau dari situasi itu, tidak sih,” ujar Shinta saat ditemui di kawasan Istana Kepresidenan, dikutip Sabtu (1/8/2026). 

Sementara, Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan sudah melakukan diskusi dengan kalangan pelaku usaha seperti Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mengenai isu yang tengah berkembang. Namun, Budi memastikan pembangunan pagar tidak berkaitan dengan keamanan.  

“Ya saya juga nggak tahu persis ya tetapi kemarin koordinasi dengan kayak APPBI, tidak ada masalah kok, tidak ada isu apa-apa. Tidak ada isu terkait ya apa pun tidak ada. Aman-aman saja tidak ada masalah,” ujar Budi.

(ain)

No more pages