Dengan demikian, laba bruto BYAN tercatat US$615,58 juta pada paruh pertama tahun ini. Posisi laba bruto itu mengindikasikan margin operasi 35,8%.
Kendati demikian, laba periode berjalan BYAN tersisa US$416,55 juta setelah dikurangi komponen beban lainnya dan beban pajak.
Di sisi lain, jumlah liabilitas lompat menjadi US$1,19 miliar dari posisi akhir Desember 2025 sekitar US$680,46 juta.
Kenaikan liabilitas per Juni 2026 itu disebabkan karena utang dividen US$500 juta yang telah dibayarkan bulan ini.
Sementara itu, jumlah aset BYAN tercatat sebesar US$3,78 miliar yang berasal dari aset lancar US$1,9 miliar dan aset tidak lancar US$1,87 miliar.
Adapun, jumlah ekuitas relatif susut menjadi US$2,58 miliar dari posisi periode Desember 2025 sebesar US$2,69 miliar.
(naw)
































