Logo Bloomberg Technoz

Dihubungi terpisah, ekonom sekaligus Guru Besar Universitas Airlangga Rahma Gafni menyebut gubernur BI merupakan sosok yang harus bisa diterima dan dipercaya oleh pasar. 

Dalam kaitan itu, Rahma mencalonkan tiga nama yang berpeluang menjadi gubernur BI yakni Destry Damayanti, Muliaman Hadad, dan Aida S. Budiman.

Sementara itu, Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef, M Rizal Taufikurahman mengatakan kandidat gubernur BI yang paling kredibel harus dinilai dari empat hal utama yakni rekam jejak teknokratik, pemahaman mendalam atas operasi moneter, independensi dari kepentingan politik, dan tingkat penerimaan pasar. 

“Dalam situasi nilai tukar yang rentan dan ketidakpastian global yang tinggi, figur yang memiliki pengalaman kuat di bank sentral atau sektor keuangan akan lebih mampu menjaga kesinambungan kebijakan dan meminimalkan risiko kejutan pasar,” jelas Rizal. 

Namun, menurut Rizal, pengalaman saja tidak cukup. Kandidat gubernur BI juga harus mampu menjaga jarak yang sehat dengan pemerintah. Koordinasi fiskal dan moneter memang penting, tetapi koordinasi tidak boleh berubah menjadi subordinasi. 

“Gubernur BI harus memiliki keberanian untuk mengambil keputusan yang mungkin tidak populer bagi pemerintah, terutama ketika stabilitas rupiah, inflasi, dan kepercayaan investor sedang dipertaruhkan,” tuturnya. 

Dia menegaskan, kandidat terbaik bukan sekadar figur yang paling dekat dengan pusat kekuasaan atau paling mudah diterima secara politik. Namun yang dibutuhkan adalah sosok dengan risiko transisi rendah, kredibilitas tinggi, komunikasi pasar yang kuat, serta loyalitas utama pada mandat undang-undang. 

“Proses pemilihannya juga harus transparan dan berbasis merit, karena pasar akan menilai bukan hanya siapa yang terpilih, tetapi juga bagaimana dan atas dasar apa kandidat tersebut dipilih,” terang Rizal. 

Dalam acara akad massal 62.000 unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi dan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan senilai Rp880 miliar di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026), Prabowo melontarkan candaan kepada Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI Destry Damayanti.

Awalnya, Presiden melakukan koreksi terhadap pernyataan Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman Maruarar Sirait yang menyapa Destry dengan jabatan Deputi Senior Bank Indonesia. Dia kemudian mempertegas kalau Destry saat ini adalah pejabat Gubernur BI sementara.

"Ibu Destri sekarang adalah Pejabat Gubernur Sementara. PGS singkatannya," ujar Prabowo.

Saat peserta memberikan apresiasi, presiden kemudian memberikan kode seolah menanyakan kinerja Destry di bank sentral. Dia pun mengatakan penentu keputusan ada di DPR.

Pernyataan ini memang kental dengan mekanisme pemilihan Gubernur BI. Sesuai UU BI, usai Gubernur BI mengundurkan diri di tengah periode jabatan, maka posisinya diisi pejabat sementara yang diserahkan pada deputi senior.

Setelah itu, presiden akan mengajukan satu atau sejumlah nama sebagai calon gubernur BI ke DPR untuk melalui proses uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test. Pada beberapa proses terakhir, presiden memang kerap hanya mengajukan satu nama.

"Kayaknya gimana [kinerja Destry]? Oke? Terserah DPR nanti ya kira-kira," ujar Prabowo.

(lav)

No more pages