Rozi menambahkan, tantangan tersebut diperberat oleh kondisi pasar properti yang belum sepenuhnya pulih dalam beberapa tahun terakhir. Penjualan yang belum optimal berdampak pada penerimaan kas perusahaan sehingga memengaruhi kemampuan pendanaan untuk menyelesaikan proyek yang masih berjalan.
Sebagai bentuk komitmen memenuhi hak konsumen, ADCP telah menawarkan sejumlah alternatif penyelesaian, mulai dari relokasi unit hingga skema pinjam pakai sementara pada unit siap huni (ready stock). Perseroan juga tengah menjajaki kerja sama dengan investor dan kontraktor strategis untuk mempercepat penyelesaian proyek sehingga kewajiban kepada konsumen dapat dipenuhi secara bertahap.
"Selain itu, ADCP juga sedang menjajaki kerja sama dengan investor dan kontraktor strategis guna mendukung percepatan penyelesaian proyek sehingga kewajiban kepada konsumen dapat dipenuhi secara bertahap," ujar Rozi.
Di tengah upaya tersebut, ADCP terus melakukan diversifikasi portofolio bisnis melalui pengembangan aset yang menghasilkan pendapatan berulang (recurring income). Perseroan telah menyelesaikan pembangunan gedung perkantoran Office MTH 27 di Jakarta Timur seluas 12.546 meter persegi serta mengoperasikan sejumlah area komersial di kawasan TOD, antara lain Cisauk Point, Eastern Green, dan MTH 27.
Lebih lanjut, Rozi menegaskan bahwa hingga saat ini tidak terdapat informasi atau kejadian material lain yang dapat memengaruhi kelangsungan usaha perseroan maupun pergerakan harga saham ADHI.
(dhf)






























