Logo Bloomberg Technoz

Pengusaha: Stabilkan Rupiah, BI Tak Bisa Bekerja Sendiri

Pramesti Regita Cindy
29 July 2026 09:10

Karyawan merapihkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan merapihkan mata uang rupiah dan dolar AS di tempat penukaran mata uang di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menyebut bahwa untuk menstabilkan nilai tukar rupiah  Bank Indonesia (BI) tak bisa hanya bisa bekerja sendiri. Hal ini karena saat ini nilai tukar banyak ditopang oleh investor asing.

“Selama ini penguatan rupiah kita itu lebih didominasi oleh investor asing, terutama adalah di pasar saham dan pasar obligasi,” kata Aviliani, Wakil Ketua Umum Bidang Kebijakan Analisis Makro-Mikro Ekonomi Kadin Indonesia, Selasa (28/7/2026).

Menurut Aviliani, ketika banyak investor asing keluar dan tak lagi masuk, Bank Indonesia tak bisa menstabilkan nilai tukarnya sendiri.


Ia menambahkan, faktor kepercayaan, terutama oleh investor asing juga menjadi penting untuk diperhitungkan.  Apalagi, pemerintah menurutnya tak bisa hanya mengandalkan Foreign Direct Investment [FDI] saja. Di sisi lain, pengusaha berharap adanya kenaikan ekspor yang dapat memberikan dampak langsung terhadap nilai tukar.

“Jadi DHE [Devisa Hasil Ekspor] saja tidak cukup juga untuk menstabilkan nilai tukar” katanya.