Logo Bloomberg Technoz

Penyebab IHSG Ditutup di Posisi 6.130

Muhammad Julian Fadli
28 July 2026 17:45

Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/6/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah usai kehilangan 0,89% di posisi 6.130 pada perdagangan Selasa (28/7/2026), tergelincirnya saham–saham big caps jadi sebab, saham MPRO hingga saham DSSA misalnya.

Sepanjang perdagangan IHSG terus melanjutkan tren pelemahan dengan penurunan yang bertambah dalam. Adapun rentang perdagangan terjadi pada area level 6.199 sampai dengan terendah 6.130.

IHSG Penutupan Sesi II pada Selasa 28 Juli 2026 (Bloomberg)

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai perdagangan mencapai Rp10,92 triliun dari sejumlah 25,45 miliar saham yang ditransaksikan. Dengan frekuensi yang terjadi 1,67 juta kali diperjualbelikan. Tercatat masih ada penguatan 265 saham, dan sebanyak 360 saham terjadi pelemahan. Sisanya 172 saham stagnan.

Penyebab IHSG Melemah


Saham–saham properti, saham energi, dan saham perindustrian utamanya menjadi pemberat IHSG dengan tertekan mencapai 3,25%, 1,75%, dan 1%, begitu juga saham teknologi drop 0,88%, disusul oleh pelemahan pada saham keuangan dengan melemah 0,85%.

Terungkap, berdasarkan data Bloomberg, melemahnya IHSG merupakan efek langsung dari tertekannya sejumlah saham big caps yang memiliki bobot besar terhadap Indeks.