Logo Bloomberg Technoz

Pendapatan terbesar masih berasal dari layanan seluler yang mencapai Rp25,53 triliun atau naik 12,2% dibandingkan semester I-2025. Pendapatan multimedia, komunikasi data, dan internet (MIDI) tumbuh 18,5% menjadi Rp4,69 triliun, sedangkan pendapatan telekomunikasi tetap meningkat 8,4% menjadi Rp431,9 miliar.

President Director & Chief Executive Officer Indosat Vikram Sinha mengatakan capaian tersebut menunjukkan fundamental bisnis perseroan tetap kuat di tengah fokus menjaga profitabilitas dan efisiensi operasional.

"Pencapaian kinerja yang solid ini menegaskan kekuatan model bisnis Perseroan yang skalabel, pengelolaan biaya yang disiplin, serta kemampuan berkelanjutan dalam menghasilkan imbal hasil yang menarik, sehingga menempatkan Perseroan pada posisi yang solid untuk terus menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan," kata Vikram dalam keterangan resminya pada Selasa (28/7/2026).

Di sisi biaya, beban penyelenggaraan jasa meningkat 4,5% menjadi Rp12,60 triliun. Perseroan menjelaskan kenaikan tersebut terutama dipicu oleh meningkatnya biaya radio, pemeliharaan, utilitas, dan interkoneksi, meski sebagian diimbangi penurunan biaya perangkat telekomunikasi, paket perdana, dan voucher.

Kemudian, beban penyusutan dan amortisasi turut naik 4,2% menjadi Rp8,31 triliun, terutama akibat penambahan aset dari penggelaran jaringan dan amortisasi kontrak pelanggan. Sementara itu, beban karyawan meningkat 45,1% menjadi Rp2,18 triliun karena kenaikan komponen kompensasi variabel berbasis kinerja, termasuk bonus dan insentif. Lalu, beban pemasaran naik 2,7% seiring meningkatnya biaya pelayanan pelanggan, akuisisi pelanggan, dan pameran, sedangkan beban umum dan administrasi bertambah 8,7% akibat kenaikan biaya jasa profesional.

Hingga akhir Juni 2026, total aset Indosat meningkat 16,6% menjadi Rp138,31 triliun dari Rp118,63 triliun pada akhir 2025. Total liabilitas naik 24,1% menjadi Rp98,21 triliun. Liabilitas jangka pendek meningkat 28,5% menjadi Rp39,19 triliun terutama akibat kenaikan pinjaman jangka pendek, liabilitas sewa, utang pengadaan jangka pendek, dan utang pajak.

Sementara itu, liabilitas jangka panjang bertambah 21,4% menjadi Rp59,02 triliun, didorong kenaikan liabilitas sewa jangka panjang yang sebagian diimbangi penurunan liabilitas jangka panjang lainnya. Adapun ekuitas meningkat tipis 1,5% menjadi Rp40,10 triliun.

(dhf)

No more pages