Sementara itu, Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari meminta publik tidak menjadikan angka anggaran yang beredar sebagai angka final. Sebab, proses pembenahan tata kelola masih berlangsung dan pemerintah masih diberi waktu satu bulan oleh presiden untuk menyelesaikan penataan ulang program.
"Kalau berbicara angka, saya mohon jangan dijadikan angka final dulu. Proses pembenahan masih berlangsung sehingga belum ada keputusan mengenai sekolah mana yang akan berubah ataupun jumlah penerima manfaat yang akan disesuaikan," ujar Arumsari.
Ia menjelaskan, saat ini BGN masih memverifikasi data sekitar 39 ribu sekolah. Hasil verifikasi tersebut nantinya akan menjadi dasar penyesuaian agar pelaksanaan Program MBG benar-benar tepat sasaran.
Arumsari menegaskan arahan Presiden bukan lagi semata mengejar jumlah penerima manfaat, melainkan memperbaiki kualitas pelaksanaan program. Menurutnya, seluruh aspek akan dievaluasi, mulai dari kualitas makanan, susu, proses distribusi, pengemasan, hingga penyimpanan, agar kasus keracunan tidak kembali terjadi.
(dec/spt)






























