Awalnya dc menghubungi saya untuk penagihan dengan nominal 4,4jt saya balas dengan menjawab belum punya uang karna ekonomi tidak stabil lalu saya diajak ketemu dengan dc dan saya temui setelah itu negosiasi dengan dc tersebut belum bisa membayar dan dc pun memberi tenggang waktu 1 minggu tapi belum ada waktu 1 minggu dc sudah menelpon saya lagi dan mengajak ketemuan lagi lalu bertemulah di jam 18.30 kurang lebih dan berbicara lagi lalu dc pun memberi pilihan lain jika hutang mau lunas dan tidak ditagih harus mau berhubungan badan dengan saya itu pun dengan beberapa kali jika belum 90 hari..
Setelah itu dc pergi dengan kesepakatan sepihak dan selang 10 menit pun dc menelpon lagi dengan bicara “oke deal ya besok hari rabu” atau di tanggal 15 Juli kemarin tapi dc belum menghubungi saya lagi dan setelah itu menghubungi saya lagi dihari tanggal 21 Juli ini untuk meminta tagihan tersebut dan saya pun menolak ajakan itu tapi saya tetap dipaksa untuk menuruti keinginanya..
saya pun dibawa ke tempat ternyata itu di kos kosan di bayan purworejo, dan dipaksa disuruh masuk kamar saya juga di pegang paha dan batu setelah itu disuruh memijat bagian punggung nya juga.. kita skrg di polsek bayan purworejo jateng.."
Respons Kredivo
Kredivo kemudian menanggapi dugaan kasus tersebut. Melalui unggahan story Instagram, Kredivo menyesalkan adanya kegaduhan dan ketidaknyamanan yang timbul sehubungan dengan informasi yang beredar tersebut.
Kredivo mengaku akan melakukan investigasi menyeluruh atas dugaan kasus, dan akan mengambil tindakan tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku, termasuk pemberian sanksi maksimal jika terbukti terdapat pelanggaran oleh pihak yang bertugas atas nama Kredivo.
(red)





























