Logo Bloomberg Technoz

Di sisi lain, Penjaga Pantai China mengeluarkan pernyataan balasan yang menuding Manila melakukan pelanggaran, provokasi, dan penyebaran informasi palsu. Pihaknya mengklaim bahwa personel dari kapal Filipina menerjunkan dua perahu karet yang mendekat dan menabrak kapal patroli China setelah mengabaikan peringatan berulang kali. Personel Filipina disebut menggunakan dayung dan galah untuk menyerang petugas China, sehingga memaksa pihak China merespons dengan “tindakan balasan yang diperlukan” demi menstabilkan situasi.

Bentrokan pada hari Senin ini kembali menyulut ketegangan di sekitar wilayah shoal (beting) yang bersengketa, sekaligus mengakhiri masa-masa relatif tenang di kawasan tersebut usai kedua negara menyepakati kesepakatan sementara pada tahun 2024. Sebelum kesepakatan itu terwujud, seorang pelaut Filipina sempat kehilangan ibu jarinya akibat bentrokan dengan personel China yang dipersenjatai kapak.

Insiden terbaru ini memanaskan situasi menjelang Pertemuan Menteri Luar Negeri Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di ibu kota Filipina pekan ini, di mana para diplomat tertinggi Beijing dan Manila dijadwalkan akan bertatap muka. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, yang sebelumnya gencar mengkritik tindakan “destruktif” China di perairan bersengketa tersebut, juga dipastikan menghadiri pertemuan tersebut.

Berdasarkan kronologi yang dirilis militer Filipina, sebuah kapal karet berdinding kaku (rigid-hull inflatable boat) milik Penjaga Pantai China yang membawa delapan personel “mendekat secara ilegal dalam jarak dekat” ke pos militer Filipina untuk mengambil foto dan video. Dua perahu karet militer Filipina lantas berupaya menghalau dan mengusir kapal China tersebut.

Namun, personel China “bereaksi secara keras dan agresif” dengan memukul awak kapal Filipina menggunakan tongkat kayu, yang juga mengakibatkan kerusakan pada perahu karet milik Angkatan Laut Filipina, ungkap militer Filipina.

Sebuah rekaman video yang dirilis oleh militer Filipina memperlihatkan sebuah kapal berwarna putih menabrak perahu berwarna hitam yang berukuran lebih kecil. Personel dari kapal yang lebih besar terlihat memukuli awak perahu lainnya dengan alat yang menyerupai galah putih. Awak di perahu yang lebih kecil tampak mencoba membalas menggunakan dayung mereka sebelum akhirnya berlayar menjauh.

“Tindakan agresi terbaru terhadap personel yang sedang menjalankan tugas sah ini sangat tidak dapat diterima dan hanya akan meningkatkan ketegangan serta memperbesar risiko salah kalkulasi yang berbahaya di laut,” tegas satuan tugas khusus Filipina untuk wilayah perairan bersengketa dalam pernyataan terpisah.

“Kami menyerukan kepada Penjaga Pantai China untuk segera menghentikan tindakan berbahaya dan ilegal yang mengancam nyawa serta merusak perdamaian dan stabilitas,” tambahnya.

(bbn)

No more pages