Logo Bloomberg Technoz

Selain itu, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menyumbang 5,54 poin dengan posisi beli bersih asing mencapai Rp97 miliar.

Sementara itu, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Bumi Resources Mineral Tbk (BUMI) masing-masing menyumbang 5,54 poin dan 4,65 poin untuk IHSG.

Investor asing mencatat net buy Rp5,3 miliar pada saham TLKM dan Rp9,12 miliar pada saham BUMI.

“Meski perkembangan ini menunjukkan perbaikan risk appetite, keberlanjutan rebound masih memerlukan konfirmasi dari konsistensi arus dana asing,” dikutip dari catatan Mirae Asset Sekuritas, Senin (20/7/2026).

Di Asia, indeks saham utama variatif (mixed). Di zona hijau, IHSG ditemani oleh Shanghai Composite (China), SETI (Thailand), Hang Seng (Hong Kong), dan PSEI (Filipina).

Adapun Nikkei 225 (Jepang), Nifty 50 (India), TAIEX (Taiwan), KLCI (Malaysia), dan Straits Times (Singapura) berada di jalur merah.

Sore ini, kontrak futures di bursa Wall Street cenderung menguat. Pada pukul 16:05 WIB, kontrak futures untuk Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 0,2% dan S&P 500 tumbuh 0,21%.

“Meski hari ini terlihat konstruktif, tetapi proses negosiasi Amerika Serikat (AS) dan Iran berada di jalur yang salah. Transit di Selat Hormuz terhenti, dan infrastruktur energi diserang,” kata Sylar Montgomery Koning, Macro Strategist Bloomberg.

Arah Suku Bunga

Belakangan, pasar memperkikan Bank Indonesia (BI) akan kembali menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 6% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Juli 2026, dengan potensi suku bunga terminal mencapai 6,25%.

Di sisi lain, permintaan domestik masih menunjukkan pelemahan, tercermin dari kontraksi penjualan ritel, penurunan aktivitas manufaktur, dan melambatnya sentimen dunia usaha.

Kepala Ekonom Bank Danamon Indonesia Irman Faiz memperkirakan potensi kenaikan suku bunga acuan ini dipicu inflasi utama yang mendekati batas atas kisaran target BI, yakni 2,5% +-1% dan tekanan depresiasi rupiah yang terus berlanjut. 

"Kami memperkirakan BI akan menaikkan suku bunga kebijakan menjadi 6% pada pertemuan Juli, dengan terminal rate (suku bunga terminal) berpotensi mencapai 6,25%," ujar Irman dalam laporan hasil riset, Senin (20/7/2026).

Terminal rate merupakan titik puncak atau proyeksi batas tertinggi dari siklus pengetatan suku bunga acuan yang ditetapkan bank sentral sebelum menghentikan kenaikan atau mulai menurunkannya kembali.

⁠Dia menerangkan, Indonesia menghadapi tantangan inflasi yang didorong oleh pasokan.

Indeks PMI manufaktur semakin terpuruk, namun produsen telah mulai meneruskan kenaikan biaya bahan baku, transportasi, dan energi ke harga jual, menunjukkan inflasi yang sedang meningkat meskipun permintaan melemah.

Permintaan domestik terus melemah. Kepercayaan konsumen datar pada bulan Juni, penjualan ritel semakin terkontraksi, dan sentimen bisnis melemah karena kenaikan biaya membebani produksi, perekrutan, dan ekspektasi pendapatan rumah tangga.

Ketahanan konsumen semakin tidak merata. Rumah tangga berpenghasilan tinggi terus menunjukkan kinerja yang lebih baik, sementara kepercayaan masyarakat berpenghasilan menengah melemah dan pekerja berpenghasilan rendah tetap paling rentan terhadap Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Tabungan pencegahan yang tinggi membantu meredam perlambatan tersebut.

(naw)

No more pages