CASC menerangkan bahwa mereka akan mencoba menggunakan kembali booster tersebut—yang mampu mengangkut muatan sebanyak Falcon 9 andalan SpaceX—pada akhir tahun ini.
长征十号乙运载火箭成功实现一子级可控回收,是全球首次运载火箭网系回收
— Beijing Evening News (@BeijingEvening) July 10, 2026
BREAKING|WORLD‑FIRST ACHIEVEMENT! #China's Long March 10B carrier #rocket lifted off from the Hainan commercial space launch site at 12:15 pm on Jul. 10. Approximately six minutes after the separation of the… pic.twitter.com/J3mZGuD9Lk
Hasil yang China pamerkan adalah “perubahan besar yang mengubah permainan. Saat China menemukan cara untuk menggunakannya kembali, hal itu akan menurunkan biaya peluncuran mereka secara drastis,” ucap Victoria Samson dari Secure World Foundation, dilansir dari TechCrunch, Senin (13/7/2026).
“Mereka [China] dapat menggunakannya sebagai bagian dari upaya soft power mereka untuk meluncurkan muatan bagi sekutu potensial dengan biaya yang sangat murah.”
Sistem pemulihan berbasis jaring ini menandakan bahwa China telah mengadopsi sistem penangkapan yang berbeda dibandingkan dengan AS. Hal ini menandai “terobosan bersejarah” dalam teknologi roket yang dapat digunakan kembali, kata CCTV. China Aerospace Science and Technology Corp., perancang roket tersebut, juga menjadi perusahaan ketiga yang menguasai teknologi ini setelah SpaceX dan Blue Origin.
Tim peneliti akan melakukan optimasi dan perencanaan lebih lanjut untuk mewujudkan penggunaan kembali tahap pertama roket tersebut pada akhir tahun ini, menurut CCTV.
(red)




























