Logo Bloomberg Technoz

CASC menerangkan bahwa mereka akan mencoba menggunakan kembali booster tersebut—yang mampu mengangkut muatan sebanyak Falcon 9 andalan SpaceX—pada akhir tahun ini.

Hasil yang China pamerkan adalah “perubahan besar yang mengubah permainan. Saat China menemukan cara untuk menggunakannya kembali, hal itu akan menurunkan biaya peluncuran mereka secara drastis,” ucap Victoria Samson dari Secure World Foundation, dilansir dari TechCrunch, Senin (13/7/2026).

“Mereka [China] dapat menggunakannya sebagai bagian dari upaya soft power mereka untuk meluncurkan muatan bagi sekutu potensial dengan biaya yang sangat murah.”

Sistem pemulihan berbasis jaring ini menandakan bahwa China telah mengadopsi sistem penangkapan yang berbeda dibandingkan dengan AS. Hal ini menandai “terobosan bersejarah” dalam teknologi roket yang dapat digunakan kembali, kata CCTV. China Aerospace Science and Technology Corp., perancang roket tersebut, juga menjadi perusahaan ketiga yang menguasai teknologi ini setelah SpaceX dan Blue Origin.

Tim peneliti akan melakukan optimasi dan perencanaan lebih lanjut untuk mewujudkan penggunaan kembali tahap pertama roket tersebut pada akhir tahun ini, menurut CCTV. 

(red)

No more pages