Perusahaan selanjutnya mengklaim Grok 4.5 mampu membangun aplikasi secara end-to-end hanya melalui satu perintah atau prompt, termasuk menyelesaikan tugas pemrograman kompleks menggunakan bahasa Rust maupun C/C++.
Dari sisi performa, xAI mengklaim Grok 4.5 mampu berjalan dengan kecepatan hingga 80 token per detik (TPS). Pada benchmark SWE Bench Pro, model tersebut disebut memiliki efisiensi token sekitar 4,2 kali lebih baik dibanding model pesaing karena rata-rata hanya membutuhkan 15.954 output token untuk menyelesaikan satu tugas, sementara model pembanding memerlukan sekitar 67.020 output token.
Selain ditujukan untuk pengembang perangkat lunak, Grok 4.5 kini menjadi model bawaan pada fitur Grok Build. xAI mengklaim model tersebut mampu membuat lembar kerja Microsoft Excel yang kompleks, menyusun presentasi di Microsoft PowerPoint, hingga menulis dokumen di Microsoft Word.
xAI lantas membanderol Grok 4.5 dengan harga US$2 per satu juta token input dan US$6 per satu juta token output. Perusahaan menyebut harga tersebut kompetitif dibanding model AI lain dengan kemampuan serupa. Secara keseluruhan, Grok 4.5 menawarkan tingkat kecerdasan tertinggi untuk setiap satuan waktu dan biaya," tulis xAI.
(wep)































