Setiap produsen merancang adaptor daya sesuai dengan kebutuhan tegangan dan arus perangkatnya. Sebaliknya, charger berkualitas rendah atau tidak bersertifikasi berpotensi menghasilkan arus listrik yang tidak stabil sehingga dapat memengaruhi kinerja baterai maupun komponen pengisian daya.
Apabila charger bawaan sudah rusak, gunakan produk pengganti yang telah memiliki sertifikasi resmi, seperti MFi untuk perangkat Apple atau USB-IF untuk perangkat Android.
2. Hindari Menggunakan HP Saat Sedang Dicas
Menggunakan smartphone untuk bermain gim, menonton video, atau menjalankan aplikasi berat ketika sedang diisi daya dapat meningkatkan suhu perangkat secara signifikan.
Saat proses pengisian berlangsung, baterai memang menghasilkan panas. Jika prosesor, layar, dan komponen lain juga bekerja secara bersamaan, suhu di dalam perangkat akan meningkat lebih tinggi.
Panas berlebih merupakan salah satu faktor utama yang mempercepat penurunan kualitas baterai lithium-ion. Karena itu, sebaiknya hindari penggunaan berat selama proses pengisian daya berlangsung.
Aktivitas ringan seperti melihat notifikasi atau membaca pesan masih tergolong aman, tetapi penggunaan intensif sebaiknya ditunda hingga pengisian selesai.
3. Pastikan Sirkulasi Udara Tetap Baik
Lokasi peletakan smartphone saat mengisi daya juga memengaruhi suhu perangkat.
Hindari meletakkan HP di atas kasur, bantal, selimut, atau permukaan berbahan lembut lainnya karena material tersebut dapat menghambat pelepasan panas.
Sebaiknya letakkan perangkat di atas permukaan yang datar, keras, dan memiliki sirkulasi udara yang baik, seperti meja atau lantai.
Apabila menggunakan casing yang cukup tebal, melepas casing selama proses pengisian juga dapat membantu menjaga suhu perangkat tetap stabil.
4. Pahami Fakta Tentang Pengisian Semalaman
Masih banyak anggapan bahwa mengisi daya semalaman akan menyebabkan baterai mengalami overcharge.
Pada smartphone modern, anggapan tersebut umumnya sudah tidak lagi relevan. Sebagian besar perangkat telah dibekali sistem manajemen daya yang secara otomatis menghentikan proses pengisian ketika kapasitas baterai mencapai 100 persen.
Selain itu, berbagai produsen juga telah menghadirkan fitur pengisian daya adaptif yang menyesuaikan proses pengisian berdasarkan kebiasaan pengguna.
Sebagai contoh, beberapa perangkat akan menahan pengisian di kisaran 80 persen, kemudian melanjutkannya hingga penuh menjelang waktu pengguna biasanya melepas charger. Teknologi ini dirancang untuk membantu memperpanjang usia baterai.
Tips Tambahan Agar Baterai Lebih Awet
Selain menerapkan cara pengisian yang benar, terdapat beberapa kebiasaan lain yang dapat membantu menjaga kesehatan baterai dalam jangka panjang.
-
Hindari membiarkan baterai benar-benar habis hingga 0 persen sebelum mengisi ulang. Baterai lithium-ion bekerja lebih optimal ketika kapasitasnya berada di kisaran 20 hingga 80 persen.
-
Isi daya pada suhu ruangan yang normal. Hindari mengisi baterai di tempat yang terlalu panas maupun terlalu dingin karena dapat memengaruhi performa baterai.
-
Gunakan fitur fast charging hanya saat diperlukan. Pengisian cepat memang lebih praktis, tetapi menghasilkan panas yang lebih tinggi dibandingkan pengisian biasa.
-
Perbarui sistem operasi secara berkala karena sejumlah pembaruan perangkat lunak juga membawa peningkatan pada sistem manajemen baterai.
Dengan menerapkan kebiasaan tersebut secara konsisten, usia pakai baterai dapat bertahan lebih lama, performa smartphone tetap optimal, serta risiko kerusakan akibat panas berlebih dapat diminimalkan.
(seo)































