Empat tahun kemudian, pemerintah kolonial mendirikan Kantor Pos Semarang untuk memperlancar layanan pengiriman surat antara Batavia dan Semarang melalui jalur Karawang, Cirebon, dan Pekalongan.
Seiring perkembangan zaman, Pos Indonesia mengalami sejumlah perubahan kelembagaan.
Pada 1875, layanan pos digabung dengan layanan telegraf melalui pembentukan Posten Telegraafdienst. Dua tahun kemudian, dinas pos Hindia Belanda tercatat menjadi anggota Union Postale Universelle (UPU) atau Persatuan Pos Universal sehingga mulai terhubung dengan jaringan layanan pos internasional.
Memasuki masa kemerdekaan, tepatnya pada 27 September 1945, Angkatan Muda PTT mengambil alih Jawatan Pos, Telegraf, dan Telepon (PTT) dari pemerintah pendudukan Jepang. Peristiwa tersebut kemudian diperingati sebagai Hari Bakti Postel.
Tak sampai disitu, pada 1965 PT Pos Indonesia berubah menjadi Perusahaan Negara (PN) Pos dan Giro. Selanjutnya, pada 1978, pemerintah mengubah bentuk badan usaha menjadi Perusahaan Umum (Perum) Pos dan Giro yang menjadi penyelenggara tunggal layanan pos dan giro, baik domestik maupun internasional.
Adapun status perusahaan kembali berubah pada 20 Juni 1995 menjadi PT Pos Indonesia (Persero). Hingga kini, Pos Indonesia mengelola sekitar 24.000 titik layanan yang menjangkau 100% kota dan kabupaten di Indonesia, hampir seluruh kecamatan, sekitar 42% kelurahan dan desa, serta ratusan kawasan transmigrasi terpencil.
Perusahaan juga mengoperasikan lebih dari 4.800 kantor pos yang didukung sistem digital dan jaringan logistik terintegrasi.
Sebagai catatan, sejak berubah nama menjadi PT Pos Indonesia (Persero), setidaknya posisi Direktur Utama (Dirut) tercatat telah berganti sebanyak sembilan kali (oleh delapan pejabat definitif yang berbeda).
Berikut linimasa pergantian Direktur Utama PT Pos Indonesia dari masa ke masa:
- Marsetio F. Wijanto (1995–1999) Dirut pertama sejak berubah status menjadi PT.
- Cigugur S. Samik (1999–2004)
- Sutrisno (2004–2008)
- I Ketut Mardjana (2009–2013)
- Budi Setiawan (2013–2015)
- Gilarsi Wahju Setijono (2015–2020)
- Faizal Rochmad Djoemadi (2020–2026)
- Daud Joseph (Maret 2026–Juli 2026).
(prc/ros)





























