Namun, seiring meningkatnya kekhawatiran mengenai keberlanjutan reli tersebut, minat terhadap pasar India perlahan kembali pulih.
Pada Juni, Nifty 50 mengungguli MSCI Emerging Markets Index dengan selisih terbesar sejak November, sementara arus keluar dana asing mencatat level terendah dalam empat bulan.
"Stabilitas India pada dasarnya disebabkan oleh satu hal: negara ini berada di luar perdagangan bertema AI," kata Maxence Visseau, kepala investasi Arkevium Capital di Dubai.
Perusahaannya mengambil posisi netral terhadap pasar India dan menggunakannya sebagai instrumen diversifikasi.
"India berfungsi sebagai lindung nilai (hedge) terhadap AI di dalam kelompok pasar negara berkembang."
Saham-saham India memang masih menjadi salah satu yang berkinerja terburuk di dunia sepanjang tahun ini, tetapi arah pergerakannya mulai berubah seiring stabilnya nilai tukar rupee setelah sempat menyentuh rekor terendah.
Selain itu, kenaikan harga minyak yang sebelumnya menekan saham perusahaan penyulingan minyak dan maskapai penerbangan mulai mereda setelah ketegangan di Timur Tengah berkurang.
Perkembangan tersebut mengurangi kekhawatiran terhadap inflasi sekaligus memperbaiki prospek pertumbuhan ekonomi India, menurut laporan pemerintah yang dirilis pada akhir Juni.
Di saat yang sama, pelaku pasar makin optimistis menyambut musim laporan keuangan, yang akan dibuka oleh Tata Consultancy Services Ltd. pada Kamis.
"Penurunan harga komoditas telah mengubah prospek makro India hampir dalam semalam," kata Sandip Sabharwal, pendiri lembaga riset Asksandipsabharwal.com di Mumbai.
"Harga komoditas yang lebih rendah, membaiknya arus modal, dan suku bunga yang stabil menciptakan lingkungan di mana revisi naik terhadap proyeksi laba kemungkinan akan lebih banyak dibanding revisi turun dalam beberapa kuartal mendatang."
Dalam catatan kepada klien bulan lalu, analis Morgan Stanley yang dipimpin Ridham Desai menulis bahwa India kini telah menjadi "kelas aset makro yang jauh lebih besar."
Menurut mereka, data inflasi yang lebih stabil dalam beberapa tahun terakhir mendukung valuasi saham dan menjadikan pasar India sebagai pasar dengan karakteristik pertumbuhan defensif (defensive growth) yang mampu bertahan lebih baik terhadap guncangan global dibanding sebelumnya.
Selama satu dekade terakhir, Nifty 50 hampir melipatgandakan nilainya hingga tiga kali lipat, dengan membukukan kenaikan tahunan lebih dari 10% dalam enam tahun yang berbeda.
Indeks acuan tersebut mencatat 38 sesi perdagangan dengan pergerakan naik atau turun minimal 1% selama enam bulan pertama 2026.
Sebagai perbandingan, indeks pasar negara berkembang dan Asia milik MSCI masing-masing mencatat 59 sesi, sementara S&P 500 mencatat 32 sesi. Indeks Kospi Korea Selatan jauh lebih bergejolak, dengan 79 hari mengalami fluktuasi sedikitnya 1% — atau sekitar dua pertiga dari seluruh hari perdagangan sepanjang 2026.
Sementara itu, India NSE Volatility Index turun untuk bulan ketiga berturut-turut pada Juni, berada di bawah rata-rata satu tahunnya dan mencapai level terendah sejak Februari pada perdagangan Jumat.
Kondisi ini sangat berbeda dibanding April, ketika indikator harga opsi tersebut sempat mencapai level tertinggi dalam satu tahun relatif terhadap Cboe Volatility Index, tak lama setelah Nifty 50 anjlok ke titik terendahnya.
Kruti Shah, analis kuantitatif di Equirus Securities, melihat adanya "nada bullish" pada Nifty 50 dan lebih memilih strategi call spread untuk bertaruh pada kenaikan lebih lanjut. Ia menambahkan bahwa musim laporan keuangan mendatang berpotensi menghadirkan sejumlah kejutan positif.
"India sempat tertahan pada awal tahun ini akibat harga energi yang tinggi, valuasi yang mahal, dan minimnya eksposur terhadap tema AI," kata Ben Powell, kepala strategi investasi untuk Timur Tengah dan Asia Pasifik di BlackRock Investment Institute.
"Kini, ketika tekanan-tekanan tersebut mulai mereda, investor mungkin mulai melirik pasar di luar yang didominasi saham AI. Hal itu dapat menempatkan India kembali dalam radar investor sebagai peluang investasi yang berbeda di antara pasar negara berkembang."
(bbn)





























