Logo Bloomberg Technoz

“Rata-rata frekuensi transaksi harian bursa selama sepekan turut mengalami perubahan sebesar 16,71% menjadi 1,44 juta kali transaksi dari 1,73 kali transaksi pada pekan sebelumnya,” tuturnya.

Pergerakan IHSG 29 Juni-3 Juli 2026. (Sumber: IDX)

Adapun, IHSG cenderung melemah 0,35% pada periode 29 Juni-3 Juli 2026 dengan berakhir di level 5.875 dari pekan sebelumnya 5.896.

Kapitalisasi pasar BEI turut menyusut 0,14% menjadi Rp10.287 triliun dari Rp10.302 triliun. Sementara itu, rata-rata frekuensi transaksi harian bursa selama sepekan turut menyusut 16,71% menjadi 1,44 juta kali transaksi dari 1,73 transaksi.

Pada penutupan perdagangan Jumat (3/7/2026), IHSG berhasil menguat 2,28% ke level 5.875. Kenaikan signifikan ini mampu memangkas akumulasi penurunan sepekan terakhir menjadi hanya tersisa 0,35% dibanding penutupan Jumat pekan lalu di level 5.896.

Untuk kawasan ASEAN, penurunan sebesar 0,35% itu menjadikan IHSG berperforma paling buruk setelah VN-Index, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Sabtu (4/7/2026).

Namun, untuk kawasan Asia Pasifik, KOSPI menempati urutan paling buncit usai mengakumulasi penurunan 3,84%.

Secara umum, pergerakan IHSG sepanjang pekan ini masih memiliki volatilitas tinggi imbas sejumlah sentimen, mulai dari indeks manufaktur PMI Indonesia yang mengalami kontraksi ke level 46,9 pada Juni 2026 hingga tarik ulur perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

IHSG bahkan sempat menyentuh level penutupan terendah pekan ini di level 5.643 pada Selasa (30/6/2026).

Investor asing tercatat masih net sell Rp2,73 triliun pekan ini, namun angkanya tampak mereda dibanding net sell pekan lalu sebesar Rp3,43 triliun.

Pemberat Indeks 

Sejumlah saham memberatkan langkah IHSG maupun indeks LQ45. Misal, saham PGAS yang mengurangi bobot IHSG sebesar 3,02 poin.

PGAS bahkan juga menjadi pemberat (laggard) Indeks LQ45 dengan pengurangan bobot sebesar 0,56 poin.

Laggard IHSG 29 Juni-3 Juli 2026. (Sumber: IDX)

Ada juga saham AMRT yang mengurangi bobot IHSG dan LQ45, masing-masing sebesar 2,47 poin dan 0,46 poin.

Sebaliknya, sejumlah saham menjadi penggerak atau mover IHSG sepanjang pekan ini. Saham AMMN memimpin kontribusi terbesar disusul TLKM hingga ANTM.

(naw)

No more pages