Logo Bloomberg Technoz

Mencermati analisis saham pada perdagangan hari ini, Jumat (3/7/2026), mengutip BRI Danareksa Sekuritas, penguatan terjadi di tengah aksi bargain hunting, biarpun sentimen domestik masih dibayangi defisit neraca perdagangan sebesar US$1,61 miliar—defisit pertama dalam enam tahun—serta inflasi Juni yang meningkat 0,44% month–to–month.

Pasar hari ini mencermati data non–farm payrolls Amerika Serikat (AS) yang menunjukkan penambahan ‘hanya’ 57 ribu tenaga kerja pada Juni, jauh lebih rendah daripada ekspektasi 110 ribu, mengindikasikan perlambatan pasar tenaga kerja akibat tingginya suku bunga acuan The Fed. 

“Data ini berpotensi meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dan menjadi sentimen positif bagi aset berisiko,” papar BRI Danareksa, yang juga memberi catatan, 

Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak terbatas menjelang tutup pekan dengan support 5.560 dan resistance 5.820. 

“Penembusan di atas area resistance berpotensi membuka ruang penguatan lanjutan, didukung membaiknya sentimen global.”

Saham–saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah ISAT, ANTM, dan SGER.

Senada, menyitir Phintraco Sekuritas, laporan non–farm payrolls menunjukkan penyerapan 57 ribu pekerjaan pada Juni 2026 turun dan melambat dari 129 ribu pada bulan Mei 2026, serta lebih rendah dari estimasi 115 ribu pekerjaan. Namun, tingkat pengangguran turun menjadi 4.2%, lebih rendah dari perkiraan 4.3%. 

“Hal ini menimbulkan harapan investor bahwa The Fed berpeluang untuk menunda kenaikan suku bunganya,” analisis Phintraco pagi hari ini.

Dari sisi teknikal, penguatan IHSG pagi hari ini berhasil menembus MA5 pada level 5760. Indikator MACD menunjukkan penguatan histogram positif, mengutip Phintraco.

Sedang, saham-saham pilihan Phintraco Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah ANTM, BBCA, BMRI, TPIA, dan INDF. 

Kemudian CGS International Sekuritas Indonesia memaparkan, menguatnya Bursa Wall Street, dan naik signifikannya harga emas serta penempatan kembali SAL di bank BUMN diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. 

Sementara itu, berlanjutnya aksi jual investor asing dan pelemahan nilai tukar rupiah berpeluang menjadi sentimen negatif. 

“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 5.680–5.615 dan resistance 5.810–5.875,” terang CGS International Sekuritas.

Saham–saham pilihan versi CGS meliputi saham ANTM, INCO, ARCI, ISAT, BBCA, dan BMRI.

(fad)

No more pages