Pengembangan lini bisnis baru ini merupakan bagian dari Meta Compute, sebuah inisiatif internal untuk membangun dan mengelola upaya infrastruktur AI perusahaan, menurut seorang sumber yang mengetahui rencana tersebut. Meta Compute dipimpin oleh Santosh Janardhan, kepala infrastruktur Meta; Daniel Gross, pemimpin di unit AI Meta Superintelligence Labs; dan Presiden Meta, Dina Powell McCormick.
Juru bicara Meta menolak memberikan komentar. Rencana perusahaan tersebut masih dalam tahap pengembangan, dan ada kemungkinan strateginya bisa berubah.
Meta telah menjadikan pengembangan "superintelligence" atau kecerdasan super AI sebagai prioritas utama, dan telah mengalokasikan ratusan miliar dolar untuk pusat data dan infrastruktur AI lainnya. Salah satunya, chip mahal yang dianggapnya diperlukan untuk mewujudkan hal tersebut.
Investasi tersebut, yang membuat investor cemas mengenai rencana Meta untuk memperoleh pengembalian atas pengeluaran tersebut, mencakup kesepakatan komputasi besar dengan CoreWeave, Google milik Alphabet Inc., dan Oracle Corp., di antara lainnya.
Bisnis cloud menawarkan salah satu cara untuk mengembalikan sebagian dari investasi tersebut. AWS, Azure, dan Google Cloud telah menghabiskan puluhan tahun membangun platform yang menyewakan akses ke daya komputasi, penyimpanan, dan software melalui internet — bisnis yang kini menghasilkan pendapatan puluhan miliar dolar AS per kuartal.
Permintaan akan daya komputasi dari pengembang AI besar tetap tak pernah terpuaskan. Meta dan perusahaan teknologi lainnya telah mengalokasikan puluhan miliar dolar AS untuk kapasitas pusat data guna memenuhi kebutuhan mereka sendiri dalam beberapa kuartal terakhir. Hal ini menambah jumlah besar yang dihabiskan industri ini untuk kecerdasan buatan. Menjual layanan komputasi hanyalah salah satu cara lain untuk memanfaatkan booming AI yang lebih luas.
Sejalan melonjaknya minat terhadap AI, para penyedia tersebut juga telah memperluas layanannya untuk menyewakan chip khusus dan kapasitas komputasi yang diperlukan untuk melatih dan menjalankan model AI. Ini adalah bisnis yang kompleks, yang tidak hanya membutuhkan armada pusat data yang sangat besar, tetapi juga platform perangkat lunak, tim penjualan korporat, dan operasi dukungan pelanggan.
(red)






























