Terlebih, harga Pertamax sempat ditahan sekitar tiga bulan di level Rp12.300/liter, sebelum akhirnya dinaikkan menjadi Rp16.250/liter pada 10 Juni 2026.
“Kalau harga crude US$88/barel, kurs Rp17.200/US$, yield 0,6; maka harga [dasar Pertamax] sekitar Rp15.700. Ditambah cost distribusi dan pajak -pajak, sekitar Rp500, maka total harganya sekitar Rp 16.200/liter. Artinya, secara komersial, harga Pertamax wajar tidak turun bulan ini,” kata Hadi ketika dihubungi, Rabu (1/7/2026).
BBM Lainnya
Bahkan, Hadi menilai harga BBM nonsubsidi lainnya seharusnya juga tidak mengalami penurunan harga pada Juli 2026.
Akan tetapi, dia menduga gegara konsumsi BBM nonsubsidi lainnya hanya sekitar 5% dari total konsumsi BBM Pertamina, maka harganya diputuskan turun.
“BBM nonsubsidi high grade sebenarnya juga belum saatnya turun. Namun, karena jumlah [konsumsi]-nya kurang dari 5%, untuk 'pencitraan niat baik', mungkin diturunkan,” ujar Hadi.
Dihubungi terpisah, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memprediksi harga keekonomian Pertamax mencapai Rp16.444/liter, jika mengacu pada formulasi penetapan harga serta dinamika harga minyak mentah dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Josua mencatat realisasi harga minyak mentah Brent sepanjang tahun berjalan di sekitar US$87,9/barel dan rata-rata nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sepanjang tahun berjalan sebesar Rp17.195/US$.
Dari besaran tersebut, dia mengalkulasi harga keekonomian Pertamax atau bensin RON 92 sekitar Rp16.444/liter alias memiliki selisih sekitar Rp194/liter, dibandingkan dengan harga Pertamax periode Juni 2026 sebesar Rp16.250/liter.
“Dengan asumsi rata-rata Brent sepanjang tahun berjalan US$87,9/barel dan rata-rata USD/IDR Rp17.195, perhitungan interpolasi dalam dokumen menunjukkan harga keekonomian Pertamax atau bensin RON 92 sekitar Rp16.444/liter,” kata Josua.
Josua memandang jika dasar penyesuaian harga pada periode Juli 2026 masih memakai rata-rata sepanjang tahun berjalan, belum terdapat ruang besar untuk harga Pertamax turun pada bulan depan.
Dia menegaskan harga Pertamax sebesar Rp16.250/liter sangat dekat dengan harga keekonomiannya, hanya lebih rendah 1,2% dari harga keekonomian sekitar Rp16.44/liter.
Adapun, Pertamina resmi menyesuaikan sejumlah harga BBM, pada hari ini, Rabu (1/7/2026). Harga BBM RON 92 atau Pertamax tetap ditahan Pertamina seharga Rp16.250/liter, usai mengalami kenaikan pada 10 Juni.
Di sisi lain, harga BBM RON 98 atau Pertamax Turbo turun Rp1.450/liter menjadi Rp19.300/liter dari harga bulan sebelumnya sebesar Rp20.750/liter.
Sedangkan BBM RON 95 atau Pertamax Green 95 masih ditahan oleh Pertamina seharga Rp17.000/liter.
Sementara itu, BBM jenis diesel atau solar nonsubsidi Pertamina terpantau juga mengalami penurunan harga. Pertamina Dex saat ini dibanderol seharga Rp21.150/liter atau turun Rp3.650/liter, dari harga bulan sebelumnya sebesar Rp24.800/liter.
Selanjutnya, Dexlite saat ini dijual seharga Rp19.700/liter atau turun Rp3.300/liter, jika dibandingkan dengan harga pada Juni 2026 senilai Rp23.000/liter.
Adapun, harga BBM bersubsidi yakni Pertalite dan Solar tak mengalami penyesuaian harga, masing-masing dibanderol sebesar Rp10.000/liter dan Rp6.800/liter.
Sekadar informasi, penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan secara berkala setiap tanggal 1, mengacu pada Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis BBM Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum.
Pada 10 Juni 2026, Pertamina resmi menaikkan harga Pertamax menjadi Rp16.250/liternya di DKI Jakarta. Angka tersebut naik Rp3.950 apabila dibandingkan dengan harga awal sebesar Rp12.300/liter.
Pertamina Patra Niaga mengungkapkan kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250/liter pada 10 Juni 2026 belum sepenuhnya mengikuti harga pasar, sebab penyesuaian yang dilakukan baru sekitar 50% dari selisih harga keekonomian.
Corporate Secretary PPN Roberth MV Dumatubun mengungkapkan penetapan harga Pertamax tersebut sudah mengacu mekanisme harga pasar sesuai formula yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
"Penyesuaian harga Pertamax yang dilakukan saat ini adalah 50% dari selisih harga pasar, dan jika dibandingkan dengan harga BBM sejenis di negara-negara tetangga Asean tetap lebih kompetitif agar menjaga daya beli dan perekonomian," terangnya melalui pernyataan perusahaan, Kamis (18/6/2026).
(azr/wdh)



























